Perhutani KPH Purwodadi Perkuat Komunikasi Sosial Bersama Pesanggem untuk Cegah Karhutla dan Gangguan Keamanan Hutan

PURWODADI, PERHUTANI (12/10/2026) |  Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sambirejo melaksanakan kegiatan komunikasi sosial bersama pesanggem di petak 151 dan petak 152 RPH Godan, BKPH Sambirejo, pada Minggu (11/10). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mengantisipasi gangguan keamanan hutan.

Komunikasi sosial menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian dan kebersamaan antara Perhutani dengan masyarakat yang beraktivitas di sekitar maupun di dalam kawasan hutan. Melalui komunikasi secara langsung, jajaran Perhutani memberikan pemahaman kepada pesanggem mengenai pentingnya menjaga keamanan kawasan hutan, tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, serta turut mengawasi kondisi lingkungan hutan di wilayah garapan masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, pesanggem juga diajak untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi munculnya titik api pada kondisi cuaca yang relatif kering. Selain pencegahan karhutla, komunikasi juga diarahkan pada upaya mencegah berbagai bentuk gangguan keamanan hutan dengan membangun kepedulian bersama dan segera menyampaikan informasi apabila ditemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan kawasan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Sambirejo, Susilo, menyampaikan bahwa komunikasi sosial dengan pesanggem merupakan salah satu upaya untuk memperkuat sinergi antara Perhutani dan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan.

“Komunikasi sosial ini tidak hanya sebatas menyampaikan imbauan, tetapi menjadi sarana untuk membangun kepedulian dan tanggung jawab bersama. Pesanggem merupakan mitra penting Perhutani yang sehari-hari beraktivitas di sekitar kawasan hutan, sehingga peran mereka sangat dibutuhkan untuk membantu mencegah karhutla dan gangguan keamanan hutan,” ujar Susilo.

Menurutnya, pencegahan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Masyarakat diharapkan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan api serta ikut memastikan lingkungan sekitar kawasan hutan tetap aman dan terkendali.

“Menjaga hutan bukan hanya tugas Perhutani. Dengan komunikasi yang baik dan kepedulian bersama, potensi gangguan dapat diketahui lebih awal dan segera ditindaklanjuti. Hutan yang aman dan terjaga akan memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mendukung kelestarian ekosistem hutan,” tambahnya Susilo.

Sementara itu, pesanggem petak 151 RPH Godan, Surono, menyatakan siap mendukung upaya Perhutani dalam menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan.

“Kami sebagai pesanggem tentu ikut bertanggung jawab menjaga lingkungan hutan tempat kami beraktivitas. Kami akan lebih waspada terhadap potensi kebakaran dan segera menyampaikan kepada Perhutani apabila mengetahui adanya kejadian atau kondisi yang dapat membahayakan hutan,” ungkap Surono.

Ia menambahkan, komunikasi langsung seperti ini memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa aktivitas di kawasan hutan harus dilakukan dengan tetap memperhatikan keamanan dan kelestarian lingkungan.

Kegiatan komunikasi sosial tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara Perhutani dan pesanggem melalui komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan. Dengan terjalinnya koordinasi yang baik, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kawasan hutan dari ancaman karhutla maupun gangguan keamanan lainnya.

Perhutani KPH Purwodadi terus mendorong keterlibatan masyarakat sebagai mitra dalam pengelolaan hutan. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya mampu menciptakan kondisi kawasan yang aman, tetapi juga menjaga keberlangsungan fungsi hutan sehingga tetap memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat saat ini maupun generasi mendatang.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *