Perhutani KPH Randublatung Perkuat Koordinasi Lintas Sektoral untuk Jaga Keamanan Hutan dan Cegah Karhutla di Banjarejo

RANDUBLATUNG (15/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanjang dan BKPH Ngliron menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral bersama unsur pemerintah, aparat keamanan, dan kepala desa se-Kecamatan Banjarejo. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Kecamatan Banjarejo, Rabu (14/10), sebagai upaya meningkatkan koordinasi dan kerja sama dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelestarian lingkungan di wilayah setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Banjarejo, Heksa Wismaningsih; Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Banjarejo, Gembong Widodo; Komandan Rayon Militer (Danramil) Banjarejo, Sumidjan; Kepala BKPH Temanjang, Mashudi; serta perwakilan BKPH Ngliron, yaitu Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Banyuasin, M. Khoirin. Turut hadir sejumlah perwakilan instansi pemerintah dan kepala desa se-Kecamatan Banjarejo.

Dalam arahannya, Camat Banjarejo, Heksa Wismaningsih, menekankan pentingnya kepedulian seluruh elemen masyarakat, khususnya para kepala desa, terhadap berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masing-masing. Ia mengimbau agar informasi mengenai kondisi sosial masyarakat, termasuk persoalan kemiskinan, disampaikan melalui mekanisme koordinasi secara berjenjang kepada pihak kecamatan dan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) agar dapat segera ditindaklanjuti secara tepat.

Selain itu, Camat Banjarejo juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang masih memerlukan perhatian bersama. Masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, karena dapat mencemari lingkungan serta berdampak buruk terhadap kesehatan dan kehidupan masyarakat. Kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan perlu terus ditingkatkan melalui keterlibatan aktif pemerintah desa dan seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Administratur KPH Randublatung, Rovi Tri Kuncoro, melalui Kepala BKPH Temanjang, Mashudi, mengimbau masyarakat desa sekitar hutan dan para penggarap lahan agar bersama-sama menjaga keamanan serta kelestarian kawasan hutan, khususnya dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia menegaskan bahwa seluruh pihak perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran maupun merusak tanaman kehutanan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menyebabkan kematian atau kerusakan tegakan pohon, seperti penggunaan cairan kimia secara tidak semestinya maupun pembakaran tanaman kehutanan.

Menurutnya, keberhasilan menjaga kelestarian hutan membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh pihak. Oleh karena itu, komunikasi antara petugas Perhutani, pemerintah desa, para penggarap, dan masyarakat sekitar hutan perlu terus ditingkatkan agar potensi gangguan keamanan hutan dapat dicegah sejak dini.

Kapolsek Banjarejo, Gembong Widodo, turut mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api, khususnya di kawasan hutan dan lahan yang rawan terbakar. Apabila ditemukan potensi gangguan atau kejadian yang membutuhkan penanganan, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan aparat dan pihak terkait melalui jalur komunikasi yang tepat.

Selain persoalan keamanan lingkungan, Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan layanan digital. Warga diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap pesanan, pesan, maupun tautan daring dari sumber yang tidak dikenal karena berpotensi menimbulkan kerugian atau menjadi sarana penipuan.

Senada dengan hal tersebut, Danramil Banjarejo, Sumidjan, menyampaikan edukasi mengenai pencegahan karhutla. Ia menjelaskan bahwa kebakaran dapat terjadi akibat faktor kesengajaan maupun ketidaksengajaan. Kedua faktor tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak serius, mulai dari kerusakan ekosistem, terganggunya aktivitas masyarakat, pencemaran udara, hingga kerugian lingkungan dan ekonomi.

Melalui rapat koordinasi lintas sektoral ini, seluruh pihak yang hadir diharapkan semakin meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan kerja sama dalam menghadapi berbagai persoalan di wilayah Kecamatan Banjarejo. Sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat keamanan, Perhutani, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, bersih, dan berkelanjutan.

Perhutani KPH Randublatung berkomitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian hutan melalui kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan. Dengan meningkatnya kesadaran dan kepedulian masyarakat, upaya pencegahan karhutla, perlindungan tanaman kehutanan, serta pemeliharaan lingkungan diharapkan dapat berjalan optimal demi menjaga kelestarian hutan bagi generasi mendatang. (Rdb/Jun)

Editor: Nasyia

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *