Perhutani Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla Melalui Apel Siaga Kabupaten Grobogan

PURWODADI, PERHUTANI (05/08/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi memperkuat sinergi dengan Polri, TNI, Pemerintah Daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui keikutsertaannya pada Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Grobogan yang digelar di halaman Mapolres Grobogan, Rabu (05/08).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Administratur KPH Purwodadi Untoro Tri Kurniawan, Administratur KPH Gundih, Administratur KPH Telawa, Administratur KPH Semarang beserta para Wakil Administratur, Wakil Bupati Grobogan, Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama, Dandim 0717/Grobogan, BPBD Kabupaten Grobogan, Satpol PP Kabupaten Grobogan, PMI Kabupaten Grobogan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan, serta unsur TNI, Polri dan instansi terkait lainnya.

Selain pelaksanaan apel, kegiatan juga dirangkai dengan gelar personel dan pemeriksaan sarana prasarana penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Berbagai peralatan ditampilkan, di antaranya kendaraan operasional, mobil siaga, tangki air, mesin pompa pemadam, gergaji mesin (chainsaw), alat komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya yang siap digunakan apabila terjadi keadaan darurat.

Administratur KPH Purwodadi Untoro Tri Kurniawan mengatakan bahwa menghadapi musim kemarau yang diperkirakan semakin kering akibat fenomena El Nino, kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Perhutani KPH Purwodadi mendukung penuh pelaksanaan Apel Siaga Karhutla sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian kawasan hutan. Sinergi antara Perhutani, Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran dapat dilaksanakan secara cepat, terpadu, dan efektif,” ujar Untoro.

Ia menambahkan bahwa Perhutani telah menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat BKPH, RPH, Polisi Kehutanan, dan petugas lapangan untuk meningkatkan patroli rutin, melakukan deteksi dini terhadap potensi titik api, mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat, serta memastikan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran dalam kondisi siap digunakan.

“Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dengan tidak membuka lahan menggunakan api, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya titik api. Hutan merupakan aset negara yang harus kita jaga bersama demi keberlanjutan manfaatnya bagi masyarakat,” tambah Untoro.

Sementara itu, Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama menyampaikan bahwa Polres Grobogan telah menyiapkan 450 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Perhutani, BPBD, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Grobogan, termasuk kawasan hutan Perhutani.

“Apel siaga ini bertujuan untuk mengecek secara langsung kesiapan personel maupun peralatan yang akan digunakan di lapangan. Dengan kesiapan tersebut kita berharap seluruh unsur dapat bergerak cepat apabila terjadi kondisi darurat. Namun tentunya harapan kita bersama adalah tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Grobogan,” jelas AKBP Endhie Pratama.

Kapolres juga menyampaikan bahwa selama periode 20 Juni hingga 31 Juli 2026, jajaran Polres Grobogan bersama pemerintah daerah dan Perhutani telah menyalurkan 220 tangki air bersih dengan total volume 97.900 liter kepada puluhan desa yang terdampak kekeringan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau.

Lebih lanjut, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino diprediksi mencapai kategori kuat pada periode Agustus hingga Oktober 2026, sehingga seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Melalui Apel Siaga Karhutla ini, Perhutani berharap koordinasi dan kolaborasi antarinstansi semakin solid sehingga upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Grobogan dapat berjalan optimal, guna menjaga kelestarian hutan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.

EDitor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *