PEKALONGAN TIMUR, (11/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bawang bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah melaksanakan kegiatan pemantauan sekaligus pemasangan camera trap untuk monitoring populasi macan tutul di kawasan hutan wilayah BKPH Bawang, Jumat (08/05).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bawang Sugiarto yang mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur bersama petugas BKSDA Jawa Tengah yang dipimpin Rimbawanto. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya konservasi satwa dilindungi, khususnya macan tutul jawa yang keberadaannya semakin langka dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
Dalam pelaksanaannya, tim gabungan melakukan pengecekan titik-titik strategis yang selama ini diduga menjadi jalur lintasan satwa liar. Camera trap dipasang pada beberapa lokasi yang memiliki potensi aktivitas satwa tinggi, seperti jalur perlintasan, sumber air, hingga area dengan vegetasi yang masih rapat dan alami.
Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bawang Sugiarto menyampaikan bahwa hutan di wilayah KPH Pekalongan Timur masih memiliki fungsi ekologis yang sangat penting sebagai habitat alami berbagai jenis satwa liar, termasuk macan tutul jawa. Oleh karena itu, kegiatan monitoring melalui pemasangan camera trap menjadi langkah strategis untuk mengetahui keberadaan dan perkembangan populasi satwa tersebut.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan macan tutul menjadi indikator kondisi ekosistem hutan yang masih terjaga dengan baik. Menurutnya, upaya konservasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun instansi tertentu, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar kelestarian hutan dan satwa liar dapat terus dipertahankan.
“Perhutani sangat mendukung kegiatan konservasi dan pemantauan satwa liar ini. Dengan pemasangan camera trap, diharapkan dapat diketahui pola pergerakan maupun populasi macan tutul di kawasan hutan BKPH Bawang sehingga nantinya dapat menjadi bahan evaluasi dan dasar pengambilan kebijakan pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” ungkap Sugiarto.
Sementara itu, perwakilan BKSDA Jawa Tengah, Rimbawanto, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin baik antara Perhutani dan BKSDA dalam menjaga kelestarian satwa liar di kawasan hutan. Menurutnya, keberhasilan konservasi satwa tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor dan dukungan aktif masyarakat sekitar hutan.
Ia menambahkan bahwa penggunaan camera trap merupakan metode efektif dalam monitoring satwa liar karena mampu mendokumentasikan aktivitas satwa tanpa mengganggu habitat alaminya. Data hasil camera trap nantinya akan dianalisis untuk mengetahui keberadaan satwa, jumlah individu, hingga pola aktivitas di kawasan hutan tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan data akurat terkait keberadaan macan tutul jawa di wilayah BKPH Bawang. Selain itu, monitoring ini juga menjadi langkah penting dalam menjaga keberlangsungan habitat satwa liar agar tetap aman dan lestari,” jelas Rimbawanto.
Selain melakukan pemasangan camera trap, tim gabungan juga melakukan pemantauan kondisi kawasan hutan serta memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar terkait pentingnya menjaga habitat satwa liar dan tidak melakukan aktivitas perburuan maupun perusakan kawasan hutan.
Dengan adanya kegiatan tersebut, Perhutani KPH Pekalongan Timur berharap sinergi bersama BKSDA Jawa Tengah dapat terus terjalin secara berkesinambungan dalam menjaga kelestarian hutan dan satwa liar. Upaya konservasi yang dilakukan diharapkan mampu mendukung terciptanya pengelolaan hutan lestari sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem bagi generasi mendatang. (Pkt/Ran)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply