Perhutani Mempererat Hubungan dan Interaksi Sosial dengan Warga Desa Brabo

GROBOGAN, (20/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tanggung melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama masyarakat Desa Brabo di Balai Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Selasa (20/10). Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dihadiri sekitar 80 orang yang terdiri atas unsur masyarakat, pemerintah desa, aparat keamanan, serta pengurus dan anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jati Agung.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Brabo Muhammad Nurokhim, Sekretaris Desa Brabo Agus Setiono, Sekretaris Kecamatan Tanggungharjo Aris Lukman Hakim, Kapolsek Tanggungharjo Sunarto, serta Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Brabo, BKPH Tanggung, Gatot Joko Sukendar. Turut hadir unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, tokoh masyarakat, pengurus dan anggota LMDH Jati Agung, serta para pesanggem.

Sebagian peserta merupakan anggota LMDH Jati Agung yang selama ini bekerja sebagai pesanggem di kawasan hutan wilayah kerja Perhutani BKPH Tanggung. Keterlibatan mereka menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan koordinasi antara Perhutani dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan.

Kegiatan komsos ini menjadi sarana bagi Perhutani untuk menjalin komunikasi secara langsung dengan masyarakat sekaligus mempererat hubungan dan koordinasi dengan pemerintah desa serta unsur terkait. Melalui pertemuan tersebut, para pihak dapat bertukar informasi, menyampaikan aspirasi, dan meningkatkan sinergi dalam menjaga keamanan serta menciptakan kondisi wilayah sekitar kawasan hutan yang aman dan kondusif.

Wakil Administratur KPH Semarang, Andi Henu Susanto, saat ditemui di tempat terpisah, menyampaikan bahwa komunikasi dengan masyarakat perlu terus dijaga sebagai bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis di sekitar wilayah kerja Perhutani.

“Komsos menjadi salah satu sarana untuk menjaga komunikasi dan memperkuat hubungan dengan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, koordinasi di lapangan dapat berjalan lebih efektif dan berbagai informasi dapat disampaikan secara langsung,” ujar Andi Henu.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat, termasuk anggota LMDH dan pesanggem, merupakan bagian penting dalam mendukung kegiatan Perhutani di lapangan. Oleh karena itu, hubungan yang baik dan koordinasi yang berkelanjutan perlu terus dipelihara agar tercipta sinergi antara Perhutani, masyarakat, pemerintah desa, dan unsur terkait lainnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Brabo, Sumadi, menyambut baik kegiatan komunikasi sosial yang dilaksanakan Perhutani.

“Kami menyambut baik kegiatan seperti ini karena masyarakat dapat berkomunikasi langsung dengan petugas Perhutani. Harapannya, hubungan dan koordinasi yang sudah berjalan dapat terus dijaga,” kata Sumadi.

Melalui kegiatan tersebut, Perhutani KPH Semarang melalui BKPH Tanggung terus mendorong terjalinnya komunikasi, koordinasi, dan sinergi dengan masyarakat Desa Brabo. Upaya ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Perhutani dan masyarakat, termasuk anggota LMDH Jati Agung serta para pesanggem, dalam mendukung pengelolaan kawasan hutan yang aman, tertib, dan berkelanjutan. (Smg/Noe)

Editor: Intan

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *