SEMARANG (06/11/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang melalui Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Bantal, Kamto, melaksanakan kegiatan preventif gangguan keamanan hutan (Gukamhut) bersama masyarakat desa hutan di wilayah BKPH Tempuran, Jumat (06/11/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah potensi gangguan keamanan hutan di wilayah tersebut.
Kegiatan preventif ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan hutan. Melalui komunikasi dan keterlibatan masyarakat desa hutan, Perhutani berupaya membangun kepedulian bersama dalam menjaga keamanan kawasan hutan.
Selain sebagai upaya pencegahan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat koordinasi antara petugas Perhutani dan masyarakat sekitar hutan. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik, masyarakat diharapkan turut berperan aktif dalam menyampaikan informasi apabila menemukan indikasi gangguan keamanan hutan.
Administratur KPH Semarang melalui, Asper/KBKPH Tempuran, Mujiono, menyampaikan bahwa upaya preventif perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat desa hutan. Menurutnya, kerja sama antara petugas Perhutani dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan kawasan hutan.
“Upaya pencegahan gangguan keamanan hutan perlu dilakukan melalui koordinasi dan kewaspadaan bersama. Kami mengajak masyarakat desa hutan untuk turut peduli terhadap kondisi kawasan hutan serta segera berkoordinasi dengan petugas apabila mengetahui adanya potensi gangguan,” ujar Mujiono.
Sementara itu, Marijan, salah satu warga masyarakat desa hutan, menyampaikan dukungannya terhadap upaya Perhutani dalam menjaga keamanan kawasan hutan. Ia berharap komunikasi dan kerja sama antara masyarakat dan petugas Perhutani dapat terus terjalin dengan baik.
“Kami sebagai masyarakat yang tinggal di sekitar hutan siap mendukung upaya Perhutani dalam menjaga keamanan hutan. Dengan adanya koordinasi seperti ini, kami dapat ikut berperan dalam mencegah terjadinya gangguan keamanan hutan,” kata Marijan.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani KPH Semarang terus memperkuat sinergi dengan masyarakat desa hutan dalam mendukung upaya preventif Gukamhut. Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat membantu menjaga kawasan hutan agar tetap aman dan lestari.(Smg/Noe).
Editor: Nasyia
Copyright © 2026
















Leave a Reply