BLORA (26/06/2026) | Perum Perhutani KPH Blora melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) persemaian yang berlokasi di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kalonan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalonan, KPH Blora. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Perhutani untuk memastikan seluruh bibit yang dipersiapkan memiliki kualitas terbaik sebelum didistribusikan ke lokasi penanaman, Jumat (26/06).
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Perum Perhutani KPH Blora berharap seluruh bibit yang diproduksi di persemaian RPH Kalonan mampu memenuhi kebutuhan program penanaman tahun 2026. Bibit yang sehat dan berkualitas diharapkan dapat meningkatkan persentase keberhasilan tanaman, mendukung kelestarian hutan, serta memperkuat fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan dan sumber daya yang memberikan manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan.
Monitoring dan evaluasi tersebut diikuti oleh Kepala Seksi Produksi Sumber Daya Hutan (PSDH) KPH Blora, Sungkono, Asper/KBKPH Kalonan, Kepala Sub Seksi (KSS) Tanaman KPH Blora, mandor persemaian, serta tenaga persemaian. Kegiatan monitoring dilakukan terhadap berbagai aspek teknis persemaian, seperti keseragaman pertumbuhan bibit, kecukupan penyiraman, pengendalian hama dan penyakit, serta penataan bibit agar kualitasnya tetap terjaga.
Administratur KPH Blora melalui Kepala Seksi PSDH KPH Blora, Sungkono, menyampaikan bahwa keberhasilan tanaman sangat ditentukan oleh kualitas bibit yang dipersiapkan sejak awal. Oleh karena itu, kegiatan monitoring dan evaluasi menjadi langkah penting untuk memastikan bibit yang akan ditanam benar-benar berkualitas, sehat, serta memenuhi standar sehingga mampu tumbuh optimal setelah ditanam di lapangan.
“Pengawasan terhadap persemaian harus dilakukan secara berkala sehingga apabila ditemukan kendala dalam proses pembibitan dapat segera dilakukan penanganan. Dengan demikian, target keberhasilan tanaman yang telah direncanakan dapat tercapai secara maksimal,” ungkap Sungkono.
Sementara itu, Tenaga Persemaian, Sutikno, menyampaikan bahwa pengawasan dan perawatan bibit secara intensif terus dilakukan, meliputi penyiraman rutin, pemupukan sesuai kebutuhan, penyiangan gulma, hingga pengendalian hama dan penyakit agar kualitas bibit tetap terjaga.
“Mandor persemaian bersama seluruh tenaga persemaian terus melakukan pengawasan dan perawatan secara intensif. Kami berupaya menjaga seluruh bibit tetap sehat sehingga nantinya siap didistribusikan ke lokasi tanaman dalam kondisi terbaik,” ungkapnya. (Blr/Ist)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply