GROBOGAN (03/07/2026) | Perhutani KPH Semarang melalui Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Tempuran, Beny Kuswantoro, menggelar dialog santai bersama tokoh masyarakat dan warga Desa Hutan Ngombak di Rumah Dinas KRPH Tempuran, BKPH Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jumat malam (03/07). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kelola sosial sekaligus membangun sinergi antara Perhutani dan masyarakat dalam menjaga keamanan kawasan hutan menghadapi musim kemarau.
Dialog yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu dihadiri tokoh masyarakat dan warga sekitar kawasan hutan Desa Ngombak. Berbagai isu strategis menjadi pembahasan, antara lain kondisi keamanan kawasan hutan, dampak musim kemarau terhadap meningkatnya kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan dan mencegah potensi gangguan keamanan hutan.
Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bertukar informasi dan menyerap masukan dari masyarakat terkait kondisi di lapangan. Melalui komunikasi yang terbuka, Perhutani bersama masyarakat berkomitmen memperkuat langkah-langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan hutan sehingga setiap permasalahan dapat diantisipasi sejak dini melalui kerja sama yang baik.
Di tempat terpisah, Wakil Administratur/KSKPH Semarang, Andi Henu, menyampaikan bahwa kegiatan kelola sosial merupakan salah satu pendekatan yang terus dikedepankan Perhutani dalam membangun kemitraan dengan masyarakat desa hutan. Menurutnya, komunikasi yang intensif menjadi modal penting untuk mewujudkan kawasan hutan yang aman, lestari, dan berkelanjutan.
“Wakil Administratur/KSKPH Semarang, Andi Henu, mengatakan bahwa keamanan hutan tidak hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama. Melalui komunikasi yang baik dan kemitraan yang erat, kami berharap masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan serta mengantisipasi berbagai potensi gangguan, terutama pada musim kemarau,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Ngombak, Tomas, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Perhutani yang secara konsisten membuka ruang dialog bersama masyarakat.
“Komunikasi seperti ini sangat penting karena membuat masyarakat semakin memahami peran dan program Perhutani. Kami siap mendukung upaya menjaga keamanan hutan serta mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi dalam menjaga kelestarian hutan di wilayah Desa Ngombak,” ungkapnya.
Melalui kegiatan kelola sosial yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Perhutani KPH Semarang berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat desa hutan semakin erat. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian hutan, memperkuat upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan hutan, serta mendukung terwujudnya pengelolaan hutan yang lestari, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan. (Smg/Noe)
Editor: Naya
Copyright © 2026
















Leave a Reply