Perhutani Kunjungi Penyadap untuk Mempererat Kemitraan dan Meningkatkan Produktivitas

PEKALONGAN TIMUR (21/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Randudongkal terus menjalin hubungan kemitraan dengan para penyadap getah pinus melalui program sambang penyadap aktif. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi yang harmonis, serta mengetahui secara langsung kondisi dan aktivitas para penyadap di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran BKPH Randudongkal menyambangi sejumlah penyadap aktif, salah satunya Suyid. Melalui kunjungan langsung, Perhutani berupaya membangun kedekatan dengan para mitra sekaligus meningkatkan koordinasi untuk mendukung kelancaran kegiatan penyadapan dan pencapaian target produksi getah pinus.

Program sambang penyadap ini tidak hanya menjadi sarana silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan untuk berdialog mengenai aktivitas penyadapan, kendala yang dihadapi, serta berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas getah pinus. Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai permasalahan di lapangan diharapkan dapat diketahui sejak dini dan dicarikan solusi bersama.

Kepala BKPH Randudongkal, Imron Ali Basach, menyampaikan bahwa program sambang penyadap merupakan bentuk perhatian Perhutani kepada para mitra yang berperan penting dalam mendukung produksi getah pinus. Menurutnya, hubungan yang baik antara petugas Perhutani dan penyadap menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan kegiatan produksi yang tertib, efektif, dan berkelanjutan.

“Melalui program sambang penyadap ini, kami ingin terus menjaga silaturahmi dan mempererat komunikasi dengan para mitra di lapangan. Kami tidak hanya berfokus pada target produksi, tetapi juga ingin mengetahui kondisi penyadap serta kendala yang mereka hadapi. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat saling mendukung untuk meningkatkan produktivitas getah pinus,” ungkap Imron Ali Basach.

Ia juga berharap para penyadap terus menjaga semangat kerja, menerapkan teknik penyadapan sesuai ketentuan, serta memperhatikan kualitas getah dan ketertiban dalam proses pengumpulan maupun penyetoran hasil sadapan. Dukungan dan kerja sama para penyadap dinilai penting untuk menunjang keberhasilan pengelolaan hasil hutan bukan kayu di wilayah kerja BKPH Randudongkal.

Bagi Perhutani, penyadap bukan sekadar mitra produksi, melainkan bagian penting dari rantai usaha getah pinus. Oleh karena itu, pendekatan langsung melalui silaturahmi dan dialog menjadi langkah penting untuk membangun rasa saling percaya, mempererat kebersamaan, serta menciptakan hubungan kemitraan yang saling menguntungkan.

Melalui program sambang penyadap aktif, Perhutani KPH Pekalongan Timur melalui BKPH Randudongkal berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi dan pendampingan kepada para penyadap. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antara Perhutani dan para mitranya.

Dengan semangat kebersamaan, Perhutani berharap kemitraan dengan para penyadap semakin solid sehingga pengelolaan getah pinus dapat berjalan optimal, memberikan manfaat ekonomi, dan tetap mendukung kelestarian hutan. (Pkt/Ran)

Editor: Farah

Copyright ©️ 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *