BALAPULANG (05/07/2026) | Perhutani KPH Balapulang bersama Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Wira Pada, pemuda desa, dan tokoh masyarakat menggelar doa bersama atau selamatan di petak 17 RPH Kalilumpang, BKPH Linggapada, Minggu (05/07). Kegiatan yang berlangsung di wilayah Desa Dukuh Tengah Kasim, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, tersebut dilakukan sebagai ikhtiar memohon kelancaran pertumbuhan tanaman jati agar tumbuh optimal serta terhindar dari berbagai gangguan, termasuk ancaman kebakaran hutan dan tindakan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Doa bersama yang biasanya dilaksanakan menjelang kegiatan penebangan kali ini difokuskan untuk mendukung keberhasilan tanaman jati yang sedang memasuki masa pertumbuhan. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat sinergi antara Perhutani dan masyarakat desa hutan dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.
Mewakili Administratur KPH Balapulang, Asisten Perhutani (Asper) BKPH Linggapada, Suwondo, mengatakan bahwa memasuki awal musim kemarau, seluruh pihak perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.
“Kami memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar tanaman jati dapat tumbuh dengan baik serta dijauhkan dari bencana kekeringan maupun kebakaran hutan. Bersama masyarakat, kami terus menyosialisasikan upaya pencegahan kebakaran, baik di kawasan hutan maupun di lingkungan permukiman. Apabila membakar serasah atau sisa hasil panen, agar selalu diawasi dan tidak ditinggalkan, serta dilakukan di lokasi yang jauh dari tanaman muda,” jelas Suwondo.
Ia menambahkan bahwa pendekatan sosial kepada masyarakat dan LMDH terus dilakukan sebagai upaya membangun sinergi dalam menjaga kelestarian hutan.
“Alhamdulillah, seluruh RPH di BKPH Linggapada aktif menjalin hubungan baik dengan masyarakat. Sinergi ini bertujuan menjaga keamanan kawasan hutan sehingga seluruh kegiatan pengelolaan dapat berjalan sesuai Norma, Prosedur, dan Standar (NPS), serta memberikan manfaat bagi peningkatan perekonomian masyarakat desa sekitar hutan,” imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang pekerja hutan asal Kecamatan Margasari, Jono (50), mengaku telah bekerja secara musiman di Perhutani sejak awal tahun 2000-an. Menurutnya, keberadaan Perhutani memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar hutan.
“Saat ada kegiatan penebangan, kami ikut mengangkut kayu dari hutan ke Tempat Penimbunan Kayu (TPK). Pada musim tanam, kami juga diberdayakan untuk mengangkut bibit jati dari persemaian menuju petak-petak tanaman,” ungkap Jono.
Melalui kegiatan doa bersama dan penguatan kemitraan dengan masyarakat, Perhutani KPH Balapulang berharap semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian hutan terus tumbuh sehingga mendukung keberhasilan pengelolaan hutan yang lestari, produktif, dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat. (Bpl/Jul)
Editor: Naya
Copyright © 2026
















Leave a Reply