KARANGANYAR, (24/10/2026) | Penanganan kebakaran hutan di Gunung Lawu melalui jalur Candi Cetho, wilayah kerja Perum Perhutani, memasuki tahap pendinginan setelah api berhasil dikendalikan pada Sabtu (24/10/2026) pukul 12.30 WIB. Perum Perhutani KPH Surakarta mendukung penanganan bersama TNI, Polri, BPBD, Tahura Mangkunegoro, unsur gabungan, relawan, dan masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada relawan yang terlibat di lapangan, Perhutani juga menyalurkan 100 paket sembako.
Penanganan kebakaran berlangsung di tengah tantangan medan terjal, kabut tebal, dan angin kencang yang menyulitkan pergerakan personel. Melalui Pos Aju Candi Cetho, tim gabungan melakukan penyisiran, pemantauan titik api, serta optimalisasi sekat bakar untuk menghambat perambatan api. Koordinasi lintas unsur menjadi faktor penting untuk memastikan penanganan berlangsung terarah dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Ketua Dewan Pengawas Perum Perhutani, R.M. Aris Santoso, menegaskan bahwa soliditas lintas sektor dalam upaya pemadaman kebakaran hutan harus menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan hutan secara berkelanjutan.
“Pengawasan, pencegahan kebakaran, dan pemulihan ekosistem harus menjadi kelanjutan dari upaya penanganan. Hutan harus tetap terjaga agar fungsi ekologis dan manfaatnya bagi masyarakat tidak hilang.”
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Perum Perhutani, Asep Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya kolaborasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran hutan, khususnya di kawasan dengan medan yang sulit dijangkau.
“Penanganan kebakaran membutuhkan kerja terkoordinasi, respons yang tepat, dan perhatian serius terhadap keselamatan seluruh personel. Pelaksanaan penanganan kebakaran harus dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Evaluasi kondisi kawasan secara menyeluruh juga diperlukan, dan langkah pemulihan harus dipersiapkan berdasarkan hasil pendataan di lapangan.”
Sebagai bentuk kepedulian terhadap relawan, Perhutani menyalurkan 100 paket sembako kepada mereka yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Bantuan ini merupakan bentuk dukungan atas kontribusi relawan dalam membantu pemantauan dan penanggulangan kebakaran di kawasan Gunung Lawu.
Relawan Anak Gunung Lawu (AGL), Fevyputro, menilai kerja sama berbagai unsur menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi darurat di kawasan pegunungan.
“Penanganan kebakaran di Gunung Lawu membutuhkan kepedulian dan kerja bersama. Dukungan kepada relawan menjadi penyemangat, tetapi yang paling penting adalah menjaga kewaspadaan dan memastikan hutan tetap aman setelah api padam.”
Meskipun api telah berhasil dikendalikan, proses pendinginan dan pemantauan kawasan tetap penting untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik panas atau bara api yang tersisa. Evaluasi dampak kebakaran terhadap vegetasi, tanah, dan fungsi ekologis kawasan juga diperlukan sebagai dasar penentuan langkah pemulihan.
Perhutani KPH Surakarta menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, termasuk TNI, Polri, BPBD, Tahura Mangkunegoro, relawan, masyarakat, dan pihak terkait lainnya. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa perlindungan hutan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kesiapsiagaan, koordinasi, dan kepedulian berkelanjutan.
Perhutani berkomitmen mendukung perlindungan kawasan hutan, memperkuat upaya pencegahan, dan mendorong pemulihan ekosistem agar Gunung Lawu tetap berfungsi sebagai penyangga tata air, habitat keanekaragaman hayati, serta sumber manfaat bagi masyarakat.(Ska/Mar)
Editor: Diono
Copyright © 2026,













Leave a Reply