BANYUMAS TIMUR (20/08/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur memperkuat upaya perlindungan sumber air melalui pengecekan mata air sekaligus sosialisasi Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Karanggandul, Rabu (19/08). Kegiatan tersebut melibatkan Biodiversity Indonesia, Pemerintah Desa Karanggandul, dan Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Karanggandul.
Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala Sub Seksi Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan, Heri Kusnanto menyampaikan bahwa keberadaan mata air di kawasan hutan memiliki nilai penting bagi kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kondisi sumber air perlu dipantau secara berkala dan dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Mata air bukan hanya sumber air. Keberadaannya berkaitan dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Karena itu, pengecekan dan pemeliharaan perlu dilakukan bersama. Perhutani terus mendorong masyarakat dan para pihak untuk ikut menjaga kawasan yang menjadi sumber kehidupan tersebut,” ujarnya.
Pengecekan dilakukan untuk mengetahui kondisi mata air dan lingkungan di sekitarnya secara langsung. Hasil kegiatan tersebut menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah pemeliharaan yang diperlukan untuk menjaga keberlanjutan fungsi sumber air.
Kondisi mata air berkaitan erat dengan tutupan lahan. Vegetasi yang terjaga membantu tanah menyerap dan menyimpan air hujan sehingga air dapat keluar secara perlahan melalui mata air. Sebaliknya, kerusakan tutupan lahan dapat mengurangi kemampuan tanah dalam menyimpan air sekaligus meningkatkan risiko erosi.
Karena itu, upaya menjaga mata air tidak hanya dilakukan pada titik keluarnya air, tetapi juga mencakup kawasan di sekitarnya. Vegetasi, tanah, dan aliran air merupakan bagian yang saling berkaitan dalam satu kesatuan ekosistem.
Perwakilan Biodiversity Indonesia Yudi bersama tim turut memberikan perhatian terhadap kondisi sumber air di wilayah tersebut. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting untuk memperkuat pengelolaan sumber air dengan memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
Perwakilan Dusun Karanggandul Ali Katum menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan mata air memiliki manfaat yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga kelestariannya perlu dijaga secara bersama-sama.
“Mata air harus dijaga sejak sekarang. Jangan sampai kita baru menyadari pentingnya sumber air ketika debitnya mulai berkurang atau kualitasnya menurun,” kata Ali Katum.
Ketua LMDH Karanggandul Hadi Sunarto menambahkan bahwa masyarakat sekitar hutan memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kedekatan masyarakat dengan kawasan hutan dapat menjadi kekuatan untuk melakukan pemantauan dan menjaga kondisi lingkungan secara rutin.
Perhutani menilai perlindungan sumber air tidak dapat dipisahkan dari kepedulian terhadap kawasan hutan. Aktivitas yang berpotensi merusak vegetasi, membuang sampah, maupun mengganggu aliran air perlu dicegah agar fungsi ekologis kawasan tetap terjaga.
Pesan “Hutan Lestari Kita” menjadi pengingat bahwa manfaat hutan tidak hanya berasal dari hasil kayu dan hasil hutan bukan kayu, tetapi juga dari fungsi ekologis yang secara langsung berkaitan dengan kehidupan masyarakat, salah satunya melalui keberadaan sumber air.
Melalui pengecekan mata air dan sosialisasi KPS tersebut, Perum Perhutani KPH Banyumas Timur mendorong agar kepedulian terhadap sumber air tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan. Pemeliharaan kawasan dan pengawasan bersama perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mata air tetap menjadi bagian dari ekosistem yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. (Byt/Mei)
Editor: Baim
Copyright ©️ 2026,
















Leave a Reply