Perhutani KPH Kedu Utara Tingkatkan Keamanan dan Kelestarian Kawasan Umbul Jumprit

KEDU UTARA, (07/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara terus menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan di sekitar Umbul Jumprit. Kawasan yang berada di wilayah kerja Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kwadungan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung, tersebut memiliki nilai ekologis, budaya, dan spiritual, sekaligus menjadi ruang tumbuh bagi aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, Rabu (07/10).

Umbul Jumprit dikenal sebagai salah satu sumber mata air penting yang keberadaannya terus dijaga kelestariannya. Selain memiliki fungsi ekologis, mata air Jumprit juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat. Kawasan ini menjadi salah satu tempat penting dalam rangkaian perayaan Waisak, khususnya dalam prosesi pengambilan air berkah yang menjadi bagian dari tradisi umat Buddha.

Aktivitas budaya dan keagamaan tersebut menjadikan Umbul Jumprit memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan. Karena itu, keamanan kawasan hutan, kebersihan lingkungan, serta kelestarian mata air menjadi perhatian bersama agar nilai alam dan budaya Jumprit tetap terjaga.

Administratur KPH Kedu Utara, Dimyati, menyampaikan bahwa Perhutani berkomitmen menjaga kawasan Umbul Jumprit sebagai bagian dari kekayaan alam dan budaya yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.“Perhutani berkomitmen menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan Umbul Jumprit, termasuk mata air yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan budaya. Perhutani juga terus mendorong sinergi dengan masyarakat agar kawasan ini tetap terjaga sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Dimyati.

Keberadaan objek wisata Umbul Jumprit juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Aktivitas kunjungan wisata membuka ruang usaha bagi pelaku UMKM melalui kios dan warung makan yang melayani kebutuhan pengunjung. Salah satu pengusaha kios di Umbul Jumprit, Bambang Ismanto, mengatakan bahwa keberadaan objek wisata tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami bersyukur dengan adanya Umbul Jumprit, masyarakat bisa membuka usaha dan mendapatkan penghasilan. Harapannya kawasan tetap ramai, aman, bersih, dan terjaga,” ungkap Bambang.

Perhutani akan terus memperkuat pengamanan kawasan bersama masyarakat dan para pihak dengan menjaga keseimbangan antara keamanan hutan, kelestarian budaya, dan keberlanjutan ekologi. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama agar Umbul Jumprit tetap lestari, menjadi ruang bagi kehidupan budaya dan spiritual, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. (Kdu/Nurul)

Editor: Farah

Copyright ©️ 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *