CEPU, (15/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu terus berupaya melestarikan keanekaragaman hayati melalui pengelolaan kawasan hutan yang berkelanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengalokasikan area khusus sebagai zona konservasi plasma nutfah untuk budi daya tanaman lokal jenis uwi dan talas (14/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian sumber daya genetik tanaman lokal sekaligus mendorong pemanfaatan potensi hutan yang memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat.
Administratur KPH Cepu melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kendilan, Nur Hamid, menyampaikan bahwa pengalokasian area khusus tersebut merupakan langkah nyata untuk mendukung pelestarian tanaman lokal yang memiliki nilai penting bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat. Menurutnya, keberadaan zona konservasi diharapkan dapat menjaga keberlanjutan tanaman uwi dan talas agar tetap lestari serta dapat dikembangkan secara terencana.
“Kami berkomitmen mendukung upaya pelestarian plasma nutfah melalui penyediaan area khusus untuk budi daya tanaman lokal. Uwi dan talas memiliki potensi yang perlu dijaga dan dikembangkan agar keberadaannya tetap terpelihara serta dapat memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ungkap Nur Hamid.
Sementara itu, Community Consultation Support (CCS) Provinsi Jawa Tengah, Hastati, mengapresiasi langkah Perhutani dalam mendukung pelestarian tanaman lokal melalui pengembangan zona konservasi plasma nutfah. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya berorientasi pada pelestarian keanekaragaman hayati, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga sumber daya alam.
“Pelestarian tanaman lokal seperti uwi dan talas merupakan langkah penting untuk mempertahankan kekayaan hayati yang kita miliki. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan berbagai pihak, tanaman ini berpotensi menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar hutan,” tutur Hastati.
Pengembangan zona konservasi plasma nutfah tersebut diharapkan dapat dilakukan melalui penanaman, pemeliharaan, dan pemantauan pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan. Selain menjaga keberadaan tanaman lokal, kegiatan ini juga dapat menjadi sarana pembelajaran mengenai pentingnya konservasi keanekaragaman hayati dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana. Sinergi antara Perhutani, masyarakat adat Samin, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), dan para pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
Melalui pengalokasian area khusus untuk budi daya uwi dan talas, Perhutani menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan hutan lestari yang tidak hanya berfokus pada aspek ekologis, tetapi juga memperhatikan potensi tanaman lokal. Zona konservasi plasma nutfah ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk menjaga kekayaan genetik tanaman, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mendorong pemanfaatan hasil hutan bukan kayu secara bertanggung jawab demi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian hutan. (Cpu/Pai).
Editor: Baim
Copyright © 2026
















Leave a Reply