Perhutani Bersama LMDH Lakukan Pencegahan Karhutla di Area Tanaman Jati Muda

CEPU (14/10/2026) | Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah melalui Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan tanaman jati muda yang rentan mengalami kerusakan akibat kebakaran. Upaya ini dilakukan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Sumber Mulyo, Desa Nanas, Kecamatan Jiken, pada (13/10).

Perhutani KPH Cepu melakukan langkah antisipasi melalui peningkatan kewaspadaan, pemantauan kawasan hutan, serta ajakan kepada masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dan kelestarian tanaman. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam melindungi aset negara sekaligus menjaga keberhasilan program penanaman dan pertumbuhan tegakan jati.

Mewakili Administratur KPH Cepu, Wakil Administratur KPH Cepu, Lukman Jayadi, menyampaikan bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak, terutama masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan.

“Tanaman jati muda merupakan investasi jangka panjang yang harus kita jaga bersama. Kebakaran hutan dapat merusak tanaman yang sedang tumbuh dan menimbulkan kerugian bagi kelestarian lingkungan. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api,” ungkap Lukman Jayadi.

Sementara itu, Kepala Seksi Madya Perencanaan Sumber Daya Hutan (SDH) dan Pengembangan Bisnis, Sukono, menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sumber daya hutan tidak hanya ditentukan oleh kegiatan penanaman, tetapi juga oleh pemeliharaan dan perlindungan tanaman hingga tumbuh optimal. Menurutnya, pencegahan karhutla perlu menjadi perhatian bersama agar tanaman jati muda dapat berkembang dengan baik sesuai dengan tujuan pengelolaan hutan.

“Perlindungan tanaman sejak usia muda sangat penting untuk menjaga keberhasilan pembangunan hutan. Kami berharap sinergi Perhutani dengan LMDH dapat terus ditingkatkan melalui pemantauan rutin, penyampaian informasi secara cepat, dan kepedulian bersama terhadap potensi kebakaran,” jelas Sukono.

Dukungan terhadap upaya pencegahan karhutla juga disampaikan oleh anggota LMDH Wana Sumber Mulyo, Yanto. Ia mengatakan bahwa masyarakat desa hutan memiliki peran penting dalam menjaga kawasan hutan karena berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar.

“Kami sebagai anggota LMDH siap mendukung Perhutani dalam mencegah kebakaran hutan, khususnya pada tanaman jati muda. Kami akan mengingatkan sesama warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak melakukan pembakaran di sekitar hutan, serta segera memberikan informasi kepada petugas apabila melihat tanda-tanda kebakaran,” tutur Yanto.

Tanaman jati muda membutuhkan perlindungan ekstra karena kebakaran dapat menyebabkan kerusakan, bahkan kematian tanaman, sehingga berpotensi menghambat pertumbuhan dan keberhasilan pengelolaan hutan. Kondisi cuaca panas dan banyaknya serasah kering di lantai hutan juga perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko penyebaran api.

Oleh karena itu, Perhutani bersama LMDH terus meningkatkan koordinasi dan kewaspadaan di lapangan, termasuk mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah atau sisa tanaman secara sembarangan di sekitar kawasan hutan. Melalui upaya bersama ini, diharapkan risiko karhutla dapat ditekan sehingga kelestarian hutan dan keberhasilan pertumbuhan tanaman jati muda tetap terjaga. (Cpu/Pai).

Editor: Farah

Copyright ©️ 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *