Amankan Jati Blora Selatan, Perhutani KPH Randublatung Perkuat Sistem Deteksi Dini Kebakaran

RANDUBLATUNG (03/06/2026) | Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora menggelar simulasi kesiapsiagaan bencana alam sebagai upaya meningkatkan kemampuan penanggulangan saat terjadi bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Petak 114 RPH Jatikusumo BKPH Kedungjambu, Selasa (02/06).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora Mulyowati, Administratur KPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro, Wakil Administratur Bambang Sunarto, para Asisten Perhutani (Asper) se-KPH Randublatung, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Blora, perwakilan Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH), perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) se-RPH Jatikusumo, serta perwakilan Mandor Polisi Teritorial (Polter) Keamanan.

Administratur KPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro menyampaikan bahwa melalui simulasi tersebut diharapkan seluruh peserta memahami prosedur evakuasi, mampu bertindak cepat dan tepat saat keadaan darurat, serta memperkuat koordinasi antarunsur yang terlibat.

“Melalui simulasi ini, diharapkan seluruh peserta memahami prosedur evakuasi, mampu bertindak cepat dan tepat saat keadaan darurat, serta memperkuat koordinasi antarunsur yang terlibat. Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau BPBD semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama demi keselamatan masyarakat,” ujar Rovi.

Ia juga mengapresiasi dukungan dan pendampingan BPBD Kabupaten Blora dalam meningkatkan kesiapan personel Perhutani dan masyarakat desa hutan dalam menghadapi potensi bencana.

“Kami mengapresiasi BPBD atas pendampingan, arahan, dan kerja sama yang telah diberikan. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan meningkatkan budaya sadar bencana di lingkungan kita,” tambahnya.

Simulasi dipimpin langsung oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Blora yang dikomandoi Agung Tri. Peserta yang terdiri atas Polhutmob, Asper, dan LMDH mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik penanganan karhutla di lapangan.

Dalam simulasi tersebut, peserta dilatih membuat sekat bakar, melakukan pemadaman menggunakan gepyok dan sprayer, serta mengoperasikan mobil tangki pemadam kebakaran.

“Kalau api sudah membesar, setiap detik sangat berharga. Karena itu, Polhutmob, Asper, dan LMDH harus memiliki kesamaan langkah. Deteksi cepat, lapor cepat, dan padamkan cepat,” tegas Agung Tri.

Menurutnya, simulasi tersebut merupakan latihan nyata untuk meningkatkan kesiapan menghadapi musim kemarau sekaligus menjaga kawasan hutan Blora selatan dari ancaman kebakaran.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora Mulyowati mengapresiasi kesiapan KPH Randublatung dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Ia menilai simulasi seperti ini penting untuk menguji kemampuan teknis dan mental personel di lapangan.

“Penanggulangan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Simulasi ini menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan kesiapan personel sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor,” jelas Mulyowati.

Ia menambahkan bahwa lokasi RPH Jatikusumo dipilih karena memiliki karakteristik yang representatif, dengan dominasi vegetasi kering, kondisi angin yang cukup kencang, serta berada dekat dengan kawasan permukiman desa hutan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Administratur KPH Randublatung Bambang Sunarto mengingatkan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana pendukung pencegahan karhutla.

“Peralatan harus selalu dalam kondisi siap digunakan, jalur patroli perlu diperkuat, dan menara pantau harus berfungsi optimal sebagai bagian dari sistem deteksi dini kebakaran hutan,” tegas Bambang.

Melalui simulasi ini, Perhutani KPH Randublatung bersama BPBD Kabupaten Blora berharap kesiapsiagaan seluruh personel dan masyarakat desa hutan dalam menghadapi potensi karhutla semakin meningkat, sehingga kelestarian hutan dan keselamatan masyarakat dapat terus terjaga. (Rdb/Jun)

Editor: Hening

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *