PEKALONGAN BARAT (28-06-2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat terus memperkuat upaya pencegahan gangguan keamanan hutan (gukamhut) melalui pembinaan intensif kepada jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Salem. Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Gunungsugih pada Minggu (28/06) ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas lapangan dalam menjaga keamanan kawasan hutan sekaligus memastikan pengelolaan hutan berjalan sesuai ketentuan dan standar operasional.
Pembinaan dihadiri Wakil Administratur KPH Pekalongan Barat, Kepala Seksi Produksi, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Salem, para Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) se-BKPH Salem beserta jajaran, serta tokoh masyarakat Kecamatan Salem yang juga merupakan pengurus Paguyuban Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).
Dalam kegiatan tersebut, seluruh jajaran BKPH Salem diingatkan untuk meningkatkan patroli rutin, memperkuat pengawasan di wilayah rawan, serta membangun komunikasi yang lebih erat dengan aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar hutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai bentuk pelanggaran kehutanan, seperti penebangan liar, perambahan kawasan hutan, hingga pencurian hasil hutan.
Administratur KPH Pekalongan Barat melalui Wakil Administratur, Yulianto, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kelestarian hutan tidak hanya bergantung pada petugas Perhutani, tetapi juga memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, jajaran BKPH Salem diminta terus meningkatkan koordinasi dengan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pemerintah daerah, serta LMDH dalam menjaga keamanan kawasan hutan.
“Keamanan hutan merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, sinergi antara Perhutani, aparat keamanan, pemerintah daerah, LMDH, dan masyarakat harus terus diperkuat agar berbagai potensi gangguan keamanan hutan dapat dicegah sejak dini,” tegasnya.
Selain aspek pengamanan, pembinaan juga difokuskan pada peningkatan disiplin, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap standar operasional di lapangan. Petugas diharapkan mampu mendeteksi potensi gangguan sejak dini sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif.
Sementara itu, Ketua Paguyuban LMDH Kecamatan Salem, Hendy, mengapresiasi Perhutani KPH Pekalongan Barat yang secara konsisten melaksanakan pembinaan kepada jajaran lapangan serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan di wilayah Kecamatan Salem.
“Kami mengapresiasi Perhutani yang terus melakukan pembinaan secara intensif kepada jajaran di lapangan dan menjalin komunikasi yang baik dengan para pemangku kepentingan. Kami siap mendukung upaya Perhutani dalam menjaga keamanan kawasan hutan agar kelestariannya tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui pembinaan intensif ini, Perhutani berharap seluruh jajaran BKPH Salem semakin solid dalam menjalankan tugas pengamanan kawasan hutan. Dengan pengawasan yang berkesinambungan dan sinergi lintas sektor, potensi gangguan keamanan hutan diharapkan dapat terus ditekan sehingga fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi kawasan hutan tetap terjaga secara berkelanjutan. (Pkb/Sgy)
Editor: Naya
Copyright © 2026













Leave a Reply