PEKALONGAN BARAT (15-07-2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Salem dan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Indrajaya terus memperkuat sinergi dengan masyarakat Desa Indrajaya, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi pencegahan gangguan keamanan hutan (gukamhut), pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta komunikasi sosial (komsos) bersama para penyadap getah pinus, Selasa malam (14/07).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), tokoh masyarakat, serta mitra penyadap getah pinus. Melalui kegiatan tersebut, Perhutani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian hutan sekaligus memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan kawasan hutan.
Administratur KPH Pekalongan Barat melalui Kepala BKPH Salem Taufiq menyampaikan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan tidak terlepas dari dukungan masyarakat sekitar hutan. Oleh karena itu, sosialisasi tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mencegah gangguan keamanan hutan, mengantisipasi potensi karhutla, serta menjaga kelestarian kawasan hutan secara bersama-sama.
“Sinergi antara Perhutani dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga kelestarian hutan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah gangguan keamanan hutan, tidak melakukan pembakaran di kawasan hutan, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran maupun aktivitas yang dapat merusak hutan,” ujarnya.
Selain sosialisasi, kegiatan juga diisi dengan komsos bersama para penyadap getah pinus. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan dialog mengenai berbagai kendala penyadapan di lapangan, evaluasi hasil produksi, serta pemberian motivasi agar para penyadap terus meningkatkan produktivitas dengan tetap menerapkan teknik penyadapan sesuai dengan ketentuan sehingga kondisi tegakan pinus tetap terjaga.
Perhutani juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas hasil sadapan, disiplin dalam pemeliharaan peralatan kerja, serta mengutamakan keselamatan selama kegiatan penyadapan. Melalui komunikasi yang baik antara petugas lapangan dan mitra penyadap, target produksi getah pinus di wilayah RPH Indrajaya diharapkan dapat tercapai secara optimal tanpa mengabaikan aspek kelestarian hutan.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sadap Desa Indrajaya Rukinto menyampaikan apresiasi atas upaya Perhutani yang secara rutin membangun komunikasi dan memberikan pembinaan kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga hutan sebagai sumber kehidupan sekaligus sumber manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Melalui kegiatan sosialisasi dan komsos tersebut, Perhutani berharap kemitraan dengan masyarakat Desa Indrajaya semakin solid sehingga tercipta kawasan hutan yang aman, lestari, dan produktif serta mampu memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Perhutani dalam memperkuat kemitraan dengan masyarakat sekitar hutan sekaligus mengoptimalkan produksi getah pinus di wilayah RPH Indrajaya. (Pkb/Sgy)
Editor: Naya
Copyright © 2026













Leave a Reply