KEDU UTARA (13/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama pengelola Basecamp Pendakian Gunung Pakuwaja via Parikesit di kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dieng, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, pada Senin (13/07). Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan aktivitas pendakian, meningkatkan pengawasan terhadap pendaki yang naik maupun turun gunung, serta memberikan edukasi mengenai kebersihan jalur pendakian dan kewaspadaan terhadap cuaca dingin yang saat ini menyelimuti wilayah Wonosobo.
Gunung Pakuwaja yang memiliki ketinggian sekitar 2.421 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki, terutama pendaki pemula dan pendaki yang mengikuti tren atau dikenal dengan istilah fear of missing out (FOMO). Medan yang relatif tidak terlalu berat dibandingkan dengan gunung-gunung lain di kawasan Dieng membuat jumlah kunjungan terus meningkat, khususnya pada akhir pekan dan musim liburan.
Melihat tingginya antusiasme tersebut, Perhutani mengajak pengelola basecamp untuk memperketat pendataan pendaki, memastikan setiap pendaki melakukan registrasi, memantau waktu keberangkatan dan kepulangan, serta mengingatkan para pendaki agar tidak memaksakan diri apabila kondisi cuaca kurang mendukung.
Selain aspek keselamatan, Perhutani juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan dengan mengajak seluruh pendaki membawa kembali sampah yang dihasilkan selama pendakian. Edukasi mengenai etika pendakian dan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan gunung merupakan tanggung jawab bersama.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo Naufal Rafif menyampaikan bahwa komunikasi yang baik antara Perhutani dan pengelola basecamp menjadi kunci dalam menciptakan aktivitas pendakian yang aman dan nyaman serta tetap menjaga kelestarian hutan.
“Perhutani terus membangun sinergi dengan seluruh pengelola basecamp agar pengawasan terhadap aktivitas pendaki semakin optimal. Pendataan pendaki, pengawasan jalur naik maupun turun, edukasi mengenai pengelolaan sampah, serta penyampaian informasi terkait cuaca dingin harus menjadi perhatian bersama. Keselamatan pengunjung dan kelestarian kawasan hutan merupakan prioritas utama Perhutani,” ujarnya.
Sementara itu, Pengelola Basecamp Pendakian Gunung Pakuwaja via Parikesit Fajar menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang dilakukan Perhutani. Menurutnya, koordinasi yang dilakukan secara rutin memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus keselamatan para pendaki.
“Kami siap mendukung arahan Perhutani dengan terus mengingatkan pendaki agar mematuhi prosedur pendakian, menjaga kebersihan, serta mempersiapkan perlengkapan yang memadai, terutama jaket hangat dan peralatan keselamatan, mengingat suhu di kawasan Pakuwaja dapat turun cukup drastis, khususnya pada malam hingga dini hari,” ungkapnya.
Melalui kegiatan komsos tersebut, Perhutani berharap sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan terus terjalin sehingga aktivitas wisata alam di Gunung Pakuwaja dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan nyaman serta mendukung upaya pelestarian hutan sebagai aset negara yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. (Kdu/Nurul)
Editor: Hening
Copyright © 2026













Leave a Reply