Open Pundhen Umbul Jumprit: Perhutani dan Masyarakat Bersatu Lestarikan Budaya Leluhur

KEDU UTARA (17/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara menunjukkan dukungannya terhadap pelestarian budaya dan tradisi masyarakat dengan menghadiri kegiatan tradisi Open Pundhen yang digelar di Wana Wisata Umbul Jumprit, Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, pada Selasa (16/06). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh unsur pemerintah desa, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tegal Makmur, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Wana Wisata Umbul Jumprit berada di kawasan hutan wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kwadungan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung, KPH Kedu Utara. Tradisi Open Pundhen merupakan agenda budaya yang rutin dilaksanakan masyarakat sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam kegiatan tersebut, Perhutani diwakili oleh Wakil Administratur KPH Kedu Utara bersama jajaran BKPH Temanggung dan para pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran Perhutani menjadi wujud sinergi serta dukungan terhadap kegiatan sosial budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat sekitar hutan.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Wakil Administratur, Bambang Setyawan, menyampaikan bahwa Perhutani mendukung penuh pelestarian budaya lokal yang selaras dengan upaya menjaga kelestarian kawasan hutan serta mempererat hubungan harmonis antara Perhutani dan masyarakat desa sekitar hutan.

“Tradisi Open Pundhen merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu terus dilestarikan. Perhutani sangat mengapresiasi semangat masyarakat Desa Tegalrejo dalam menjaga warisan leluhur. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan kebersamaan dan kepedulian terhadap kelestarian hutan dapat semakin meningkat,” ujar Bambang.

Sementara itu, Kepala Desa Tegalrejo, Wigati, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kehadiran Perhutani dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi yang baik antara pemerintah desa, masyarakat, dan Perhutani menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus kelestarian lingkungan.

“Open Pundhen bukan sekadar tradisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi masyarakat serta wujud rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Tuhan. Kami mengapresiasi dukungan Perhutani yang selama ini terus bersinergi dengan masyarakat Desa Tegalrejo,” ungkap Wigati.

Hal senada disampaikan Ketua LMDH Tegal Makmur, Sugito, yang menilai bahwa keberadaan tradisi budaya di kawasan sekitar hutan mampu memperkuat kebersamaan antara masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian sumber daya hutan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap hubungan baik antara LMDH, masyarakat, pemerintah desa, dan Perhutani semakin erat. Dengan kebersamaan yang terjalin, upaya menjaga hutan dan mengembangkan potensi wisata Umbul Jumprit dapat terus berjalan secara berkelanjutan,” kata Sugito.

Melalui dukungan berbagai pihak, tradisi Open Pundhen di Wana Wisata Umbul Jumprit diharapkan dapat terus lestari sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Temanggung sekaligus menjadi daya tarik wisata yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar hutan. Selain melestarikan budaya, kegiatan tersebut juga diharapkan semakin memperkuat kepedulian bersama terhadap kelestarian kawasan hutan dan pengembangan potensi wisata berbasis lingkungan. (Kdu/Nurul)

Editor: Ulfa

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *