Perhutani KPH Pekalongan Barat Dukung Pelestarian Tradisi Sedekah Waduk Cacaban

PEKALONGAN BARAT, TEGAL (10/07/2026) | Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus pengembangan destinasi wisata berbasis kearifan lokal, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat turut berpartisipasi dalam kegiatan Tradisi Sedekah Waduk Cacaban yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Tegal di kawasan Wisata Waduk Cacaban, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Kamis (09/07). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tegal.

Kehadiran Perhutani KPH Pekalongan Barat merupakan wujud sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Tegal, masyarakat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi Sedekah Waduk Cacaban tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat atas berkah alam, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Administratur KPH Pekalongan Barat melalui Kepala BKPH Moga yang diwakili Kepala Urusan BKPH Moga, A. Syaekhu, menyampaikan bahwa Perhutani mendukung upaya pelestarian budaya yang selaras dengan pelestarian lingkungan. Menurutnya, destinasi wisata alam memiliki hubungan yang erat dengan budaya masyarakat sehingga perlu dijaga secara berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Perhutani berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan positif yang mampu memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mendorong berkembangnya sektor pariwisata. Tradisi Sedekah Waduk Cacaban merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai spiritual, sosial, dan ekologis sehingga patut dilestarikan bersama,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Sedekah Waduk Cacaban diisi dengan doa bersama, kirab budaya, arak-arakan gunungan hasil bumi, pertunjukan seni tradisional, berbagai perlombaan, hingga prosesi selamatan sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan kepada alam. Tradisi tersebut menjadi daya tarik wisata yang setiap tahunnya mampu menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Tegal, Mujahidin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, instansi pemerintah, tokoh masyarakat, Pokdarwis, serta Perhutani KPH Pekalongan Barat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Tradisi Sedekah Waduk Cacaban merupakan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Kabupaten Tegal. Selain mempererat kebersamaan masyarakat, tradisi ini juga menjadi sarana memperkuat daya tarik wisata budaya sekaligus wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas manfaat Waduk Cacaban sebagai sumber kehidupan. Kami berharap kegiatan ini terus menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menjaga Waduk Cacaban sebagai aset wisata dan sumber daya yang bermanfaat bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Perhutani KPH Pekalongan Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian budaya lokal yang selaras dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Sinergi antara Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat pengembangan wisata berbasis budaya dan alam yang berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. (Pkb/Sgy).

Editor: Diono

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *