PURWODADI, PERHUTANI (31/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Salah satunya melalui kegiatan edukasi dan pemasangan banner imbauan antisipasi karhutla di kawasan hutan petak 114A, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jangglengan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatipohon, Jumat (31/07).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar turut berperan dalam menjaga keamanan dan kelestarian hutan, khususnya dari ancaman kebakaran yang dapat terjadi selama musim kemarau. Pemasangan banner dipilih pada lokasi yang strategis karena kawasan hutan petak 114A berada di tepi jalan utama yang menghubungkan Purwodadi menuju Pati, sehingga mudah terlihat oleh masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas.
Jajaran petugas Perhutani bersama warga secara gotong royong memasang banner berisi imbauan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran di kawasan hutan maupun aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran. Selain pemasangan banner, petugas juga memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi sumber api di sekitar kawasan hutan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menyampaikan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, keberadaan kawasan hutan yang berdekatan dengan jalur lalu lintas masyarakat menjadikan edukasi dan penyampaian pesan pencegahan harus dilakukan secara terus-menerus.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Perhutani dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan sejak dini. Kami mengajak masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan maupun para pengguna jalan yang melintas untuk bersama-sama menjaga hutan. Jangan membuang puntung rokok sembarangan, jangan membakar sampah atau melakukan aktivitas pembakaran yang dapat menimbulkan api dan berpotensi merambat ke kawasan hutan,” ujar Tutut.
Ia menambahkan bahwa hutan merupakan aset bersama yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan masyarakat, baik dalam menjaga keseimbangan lingkungan, tata air, maupun sebagai habitat berbagai jenis flora dan fauna. Oleh karena itu, menjaga hutan tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi masyarakat.
“Perhutani memiliki petugas yang secara rutin melakukan patroli dan pemantauan kawasan hutan. Namun, pengawasan akan semakin efektif apabila masyarakat juga ikut peduli dan segera menyampaikan informasi apabila melihat adanya sumber api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula dapat dilakukan penanganan,” tambahnya.
Upaya edukasi tersebut mendapat perhatian dari masyarakat yang melintas di jalur Purwodadi–Pati. Darmaji, salah seorang warga yang kebetulan melintas dan melihat pemasangan banner, mengaku mendukung imbauan yang disampaikan Perhutani.
“Menurut saya, banner seperti ini penting karena bisa mengingatkan masyarakat yang lewat agar tidak melakukan hal-hal yang bisa menyebabkan kebakaran. Apalagi kalau musim kemarau, kondisi hutan tentu lebih mudah terbakar. Kita sebagai masyarakat juga harus ikut menjaga, tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak melakukan pembakaran di sekitar hutan,” kata Darmaji.
Menurutnya, keberadaan banner di lokasi yang berada tepat di pinggir jalan akan memudahkan pesan tersebut dilihat oleh banyak orang. Ia berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga hutan merupakan kepentingan bersama.
Perhutani KPH Purwodadi terus mendorong penguatan sinergi dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam upaya perlindungan dan pengamanan hutan. Edukasi, patroli, pemantauan serta pemasangan papan atau banner imbauan menjadi bagian dari langkah pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla semakin meningkat sehingga potensi kebakaran dapat ditekan. Dengan kepedulian dan partisipasi bersama, kelestarian hutan dapat terus terjaga dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta generasi mendatang.
Editor : Diono
















Leave a Reply