Perhutani Bergerak Bersama CDK VI Banyumas, Satukan Langkah Cegah Karhutla

Perhutani Bergerak Bersama CDK VI Banyumas, Satukan Langkah Cegah Karhutla

BANYUMAS TIMUR, (27/08/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur berkoordinasi dengan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) VI Banyumas untuk memperkuat antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis (28/08). Pertemuan tersebut menjadi langkah bersama untuk menyatukan strategi pencegahan menjelang meningkatnya risiko kebakaran pada musim kemarau.

Administratur KPH Banyumas Timur, Andrie Syailendra, menyampaikan bahwa penanganan karhutla harus dimulai dari upaya pencegahan, bukan menunggu munculnya titik api. Menurutnya, koordinasi lintas instansi menjadi kunci agar pemantauan kawasan dan respons di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.

“Pencegahan selalu lebih efektif daripada penanganan. Karena itu, Perhutani terus memperkuat koordinasi dengan CDK VI Banyumas agar informasi, pemantauan, dan langkah antisipasi dapat dilakukan secara terpadu di lapangan,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Perhutani dan jajaran CDK VI Banyumas membahas kondisi kawasan hutan yang memasuki periode kering, peningkatan patroli di wilayah rawan, serta pentingnya edukasi kepada masyarakat sekitar hutan. Upaya tersebut diarahkan untuk menekan potensi kebakaran yang dapat dipicu oleh aktivitas manusia.

Karhutla menjadi salah satu ancaman serius terhadap ekosistem hutan. Selain merusak vegetasi, kebakaran dapat menghilangkan habitat satwa, menurunkan kualitas tanah, serta mengganggu fungsi hutan sebagai penyangga tata air. Dampaknya tidak hanya dirasakan di dalam kawasan hutan, tetapi juga oleh masyarakat di sekitarnya.

Kepala CDK VI Banyumas, Hadiyono, menyampaikan bahwa sinergi antarinstansi perlu terus diperkuat agar langkah pencegahan berjalan lebih efektif. Menurutnya, setiap pihak memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga kelestarian hutan.

“Kami mendukung penguatan koordinasi bersama Perhutani. Pencegahan karhutla membutuhkan komunikasi yang baik, pemantauan rutin, dan keterlibatan masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga kawasan,” ujarnya.

Perhutani juga mengingatkan bahwa tindakan sederhana dapat memberikan dampak besar dalam mencegah karhutla. Masyarakat diimbau untuk tidak membakar serasah, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menghindari penggunaan api di dalam kawasan hutan maupun di sekitar tegakan.

Apabila masyarakat menemukan asap atau indikasi titik api, informasi diharapkan segera disampaikan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas. Kecepatan pelaporan menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi dampak kebakaran.

Koordinasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen bersama untuk membangun sistem kesiapsiagaan yang berkelanjutan. Perhutani dan CDK VI Banyumas sepakat bahwa patroli, edukasi, dan komunikasi dengan masyarakat perlu dilakukan secara konsisten selama musim kemarau berlangsung.

Pesan “Melangkah Bersama Merawat Hutan” menjadi semangat dalam kegiatan tersebut. Menjaga hutan dari ancaman karhutla bukan hanya tanggung jawab satu lembaga, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui koordinasi bersama CDK VI Banyumas, Perum Perhutani KPH Banyumas Timur terus memperkuat langkah nyata untuk menjaga kawasan hutan tetap aman, lestari, dan terlindungi dari ancaman kebakaran.(Byt/Mei)

Editor: Baim
Copyright ©️ 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *