Perhutani dan Polres Grobogan Perkuat Siaga Karhutla dan Keamanan Hutan di BKPH Pojok

PURWODADI, PERHUTANI (12/10/2026) |  Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pojok terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta gangguan keamanan hutan (Gukamhut). Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan siaga bersama Pabin Jaga Wana Polres Grobogan Aiptu Wahyu Setiawan di Pos Plang Ijo BKPH Pojok, Sabtu (10/10).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Perhutani dalam memastikan kondisi kawasan hutan tetap aman dan terpantau, sekaligus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum. Selain melakukan kesiapsiagaan, petugas juga melakukan pemantauan terhadap kondisi kawasan hutan dan mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat mengancam keamanan maupun kelestarian hutan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Pojok Bambang Riantono menyampaikan bahwa kesiapsiagaan merupakan langkah penting dalam menghadapi potensi Karhutla dan gangguan keamanan hutan, terutama dengan meningkatkan pengawasan serta membangun komunikasi yang baik bersama aparat dan masyarakat sekitar hutan.

“Kegiatan siaga ini merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam menjaga kawasan hutan agar tetap aman dari ancaman kebakaran maupun gangguan keamanan hutan. Kami terus meningkatkan kewaspadaan melalui pemantauan secara berkala, patroli, serta koordinasi dengan jajaran terkait. Dengan sinergi yang baik, potensi gangguan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin,” ujarnya Bambang Riantono.

Menurut Bambang, upaya perlindungan hutan tidak hanya berorientasi pada pencegahan kerugian akibat kebakaran maupun gangguan keamanan, tetapi juga merupakan bagian penting dari menjaga keberlanjutan fungsi hutan. Hutan yang aman dan terjaga akan memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.

“Kelestarian hutan menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, kami mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat sekitar kawasan hutan, untuk ikut menjaga dan melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran, aktivitas mencurigakan, maupun gangguan lainnya. Pencegahan akan jauh lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama,” tambahnya Bambang Riantono.

Sementara itu, Pabin Jaga Wana Polres Grobogan Aiptu Wahyu Setiawan menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung langkah Perhutani dalam menjaga keamanan kawasan hutan, termasuk dalam upaya pencegahan Karhutla dan Gukamhut.

“Sinergi antara Perhutani dan kepolisian sangat penting untuk menciptakan kondisi hutan yang aman dan kondusif. Melalui kegiatan siaga seperti ini, kita dapat meningkatkan kewaspadaan, memperkuat komunikasi, dan melakukan langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan sejak dini,” ungkapnya Aiptu Wahyu Setiawan.

Ia menambahkan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian seluruh elemen, mengingat kebakaran dapat berdampak luas terhadap lingkungan, terutama terhadap vegetasi, satwa, tanah, serta keseimbangan ekosistem hutan.

“Menjaga hutan bukan hanya tugas Perhutani atau aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran dan turut menjaga keamanan kawasan hutan. Apabila menemukan adanya kejadian atau aktivitas yang mencurigakan, segera berkoordinasi dengan petugas,” tegasnya Aiptu Wahyu Setiawan.

Kegiatan siaga di Pos Plang Ijo BKPH Pojok tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Perhutani dan aparat dalam menjaga kawasan hutan secara berkelanjutan. Dengan kesiapsiagaan, pemantauan, patroli, dan koordinasi yang dilakukan secara konsisten, diharapkan potensi Karhutla dan gangguan keamanan hutan dapat diminimalkan.

Perhutani KPH Purwodadi berkomitmen untuk terus menjaga kawasan hutan melalui pengelolaan yang bertanggung jawab dengan mengedepankan aspek perlindungan dan kelestarian lingkungan. Hutan yang aman dan lestari diharapkan mampu terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem untuk generasi mendatang.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *