PURWODADI, PERHUTANI (31/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi bersama Kepolisian Resor (Polres) Grobogan memperkuat sinergi dalam upaya mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah kawasan hutan KPH Purwodadi. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan koordinasi antara jajaran Perhutani KPH Purwodadi dengan Satuan Samapta Polres Grobogan yang berlangsung di Kantor Polres Grobogan, Jumat (31/07).
Wakil Administratur KPH Purwodadi, Henry Kristiawan, hadir dalam kegiatan tersebut dan diterima langsung oleh Kasat Samapta Polres Grobogan AKP Chandra Bayu Septi beserta jajaran. Pertemuan berlangsung dalam suasana komunikatif dengan membahas langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan pencegahan Karhutla, khususnya memasuki periode musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di kawasan hutan.
Dalam koordinasi tersebut, Perhutani dan Polres Grobogan menyamakan langkah dalam melakukan pemantauan kondisi lapangan, meningkatkan kewaspadaan personel, serta memperkuat komunikasi dan pertukaran informasi apabila ditemukan potensi titik api maupun aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.
Selain langkah pencegahan, kedua pihak juga membahas rencana pelaksanaan patroli gabungan Perhutani KPH Purwodadi bersama Polres Grobogan. Patroli akan diarahkan pada wilayah-wilayah hutan yang memiliki potensi kerawanan kebakaran, dengan mengedepankan kegiatan deteksi dini, pemantauan kondisi kawasan, sosialisasi kepada masyarakat, serta respons cepat apabila ditemukan indikasi kebakaran.
Wakil Administratur KPH Purwodadi, Henry Kristiawan, mengatakan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan kesiapsiagaan dan sinergi seluruh pihak karena kebakaran dapat berkembang dengan cepat dan berdampak terhadap kelestarian hutan serta lingkungan.
“Kegiatan koordinasi ini merupakan bagian dari upaya Perhutani untuk memperkuat sinergi dengan Polres Grobogan dalam mengantisipasi Karhutla. Kami menyadari bahwa pengamanan dan perlindungan hutan tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan komunikasi yang intensif, pertukaran informasi dan kesiapan personel di lapangan. Kami juga akan meningkatkan patroli bersama, khususnya di lokasi yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran, sehingga potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin,” ujar Henry.
Henry menambahkan bahwa jajaran Perhutani KPH Purwodadi akan terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemantauan kawasan hutan, patroli rutin, serta koordinasi dengan stakeholder terkait. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sekitar hutan juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan Karhutla.
Sementara itu, Kasat Samapta Polres Grobogan AKP Chandra Bayu Septi menyampaikan bahwa Polres Grobogan siap mendukung langkah Perhutani dalam menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan dari ancaman kebakaran.
“Kami menyambut baik koordinasi dengan Perhutani KPH Purwodadi ini. Karhutla merupakan persoalan yang harus diantisipasi bersama melalui langkah-langkah pencegahan dan kesiapsiagaan. Polres Grobogan siap bersinergi dengan Perhutani, termasuk melalui patroli gabungan dan pemantauan wilayah yang dianggap rawan. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, setiap potensi gangguan dapat diketahui lebih awal dan segera ditindaklanjuti,” ungkap Chandra.
Ia juga menekankan pentingnya kegiatan preventif dan kehadiran petugas di lapangan sebagai bagian dari upaya memberikan edukasi sekaligus membangun kesadaran masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran di kawasan hutan.
Sinergi antara Perhutani KPH Purwodadi dan Polres Grobogan tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem pencegahan dan penanganan Karhutla, sekaligus memastikan kawasan hutan tetap aman, terjaga dan lestari. Melalui patroli bersama, komunikasi yang berkelanjutan dan respons cepat terhadap potensi gangguan, kedua institusi berkomitmen menjaga kawasan hutan KPH Purwodadi dari ancaman kebakaran, terutama selama musim kemarau.
Editoir : Diono
















Leave a Reply