Perhutani dan Polsek Klambu Perkuat Sinergi Antisipasi Karhutla melalui Patroli Gabungan di wilayah hutan BKPH Penganten

PURWODADI, PERHUTANI (24/09/2026) |  Dalam upaya mencegah dan mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi bersama Polsek Klambu melaksanakan patroli gabungan di wilayah hutan RPH Plosokerep, BKPH Penganten, pada Rabu (23/09).

Patroli tersebut menyasar petak 30, 31, 32, 33 dan 37 RPH Plosokerep, dengan melibatkan Kapolsek Klambu AKP Masngud Afandi beserta anggota serta jajaran karyawan Perhutani BKPH Penganten. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif untuk memastikan kondisi kawasan hutan tetap aman, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, khususnya pada musim kemarau.

Dalam pelaksanaan patroli, petugas melakukan pemantauan kondisi kawasan hutan, menyusuri jalur-jalur yang dinilai rawan, serta memastikan tidak terdapat sumber api maupun aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran. Selain itu, petugas juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat sekitar hutan agar turut menjaga keamanan dan kelestarian hutan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Penganten, Heru Sutikno, menyampaikan bahwa patroli gabungan merupakan bentuk sinergi antara Perhutani dengan aparat kepolisian dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman karhutla maupun gangguan keamanan hutan.

“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mendeteksi secara dini potensi kebakaran hutan dan lahan. Kami bersama jajaran Polsek Klambu terus meningkatkan kewaspadaan, terutama pada kondisi cuaca yang kering. Kami juga mengajak masyarakat sekitar hutan untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta bersama-sama menjaga hutan agar tetap lestari,” ujar Heru Sutikno.

Menurutnya, kelestarian hutan tidak hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi membutuhkan dukungan dan kepedulian seluruh pihak. Keberadaan masyarakat desa sekitar hutan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan karhutla karena mereka berinteraksi langsung dengan kawasan hutan.

Sementara itu, Kapolsek Klambu AKP Masngud Afandi menyampaikan bahwa patroli bersama merupakan wujud kolaborasi untuk menciptakan kondisi kawasan hutan yang aman dan kondusif.

“Kami bersama Perhutani melakukan patroli untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan sejak dini. Apabila ditemukan adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, dapat segera dilakukan penanganan. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membuang puntung rokok atau melakukan pembakaran di sekitar kawasan hutan,” ungkapnya AKP Masngud Afandi.

AKP Masngud Afandi menambahkan bahwa komunikasi antara petugas dengan masyarakat perlu terus dibangun agar informasi mengenai kondisi kawasan hutan dapat segera disampaikan apabila terjadi potensi gangguan maupun kebakaran.

Hal senada disampaikan Warsono, warga Dusun Plosokerep. Ia mengapresiasi patroli gabungan yang dilakukan Perhutani bersama kepolisian karena memberikan rasa aman sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kawasan hutan.

“Kami sebagai warga yang tinggal di sekitar hutan tentu ikut menjaga agar tidak terjadi kebakaran. Hutan ini penting bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat. Kami siap membantu menyampaikan kepada warga lainnya apabila mengetahui adanya kondisi yang dapat menyebabkan kebakaran,” kata Warsono.

Patroli gabungan tersebut sekaligus menjadi sarana membangun kepedulian bersama bahwa pencegahan karhutla harus dilakukan secara berkelanjutan. Selain menjaga kawasan dari ancaman api, kegiatan ini juga diarahkan untuk mempertahankan fungsi hutan sebagai penyangga lingkungan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta memastikan keberadaan hutan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan patroli rutin dan sinergi lintas sektor, Perhutani KPH Purwodadi bersama jajaran kepolisian dan masyarakat berkomitmen meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla. Upaya deteksi dini, pencegahan, edukasi, dan respons cepat diharapkan mampu meminimalkan potensi kebakaran sehingga keamanan kawasan serta kelestarian hutan tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *