Perhutani Gandeng Tokoh Muslimat NU Perkuat Pencegahan Karhutla Berbasis Keluarga

MANTINGAN, REMBANG (02/08/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngiri, Pariyo, didampingi Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngiri, Suhariyono, melaksanakan komunikasi sosial (komsos) bersama Sesepuh Desa sekaligus Ketua Muslimat NU Ranting, Siti Ro’isah, terkait upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Minggu pagi (02/08).

Kegiatan komsos tersebut dilaksanakan untuk memperkuat peran tokoh perempuan dan tokoh agama dalam pencegahan karhutla di wilayah RPH Ngiri, BKPH Ngiri, menjelang puncak musim kemarau pada Agustus hingga September 2026. Wilayah RPH Ngiri memiliki tegakan jati berumur muda, sumber mata air desa yang rawan terdampak kebakaran, serta berbatasan langsung dengan kawasan permukiman.

Kepala BKPH Ngiri, Pariyo, menyampaikan sejumlah pesan penting mengenai pencegahan karhutla kepada Siti Ro’isah sebagai tokoh masyarakat yang disegani. Pesan tersebut meliputi bahaya karhutla terhadap kesehatan keluarga, kelestarian sumber mata air, dan tanaman milik warga, ajakan untuk tidak membakar sampah rumah tangga maupun sisa panen di sekitar kawasan hutan, peran ibu-ibu Muslimat NU sebagai agen sosialisasi pencegahan karhutla melalui majelis taklim, arisan, dan pengajian, serta imbauan agar segera melaporkan kepada petugas Perhutani apabila melihat asap atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran hutan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya tersebut, Kepala RPH Ngiri, Suhariyono, menyerahkan leaflet bertajuk “Ibu-Ibu Muslimat Peduli Hutan, Stop Karhutla” beserta nomor layanan Siaga Karhutla RPH Ngiri kepada Siti Ro’isah untuk disosialisasikan kepada masyarakat.

Administratur KPH Mantingan melalui Kepala BKPH Ngiri, Pariyo, menyampaikan bahwa keterlibatan tokoh agama dan tokoh perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan.

“Hari ini saya bersama Kepala RPH Ngiri bersilaturahmi dengan Ibu Nyai Siti Ro’isah, sesepuh desa sekaligus Ketua Muslimat NU Ranting. Kami berdiskusi mengenai pencegahan karhutla. Ibu-ibu Muslimat memiliki pengaruh besar dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Kami berharap pesan untuk tidak membakar hutan dapat diteruskan kepada seluruh anggota keluarga melalui kegiatan pengajian maupun majelis taklim. Menjaga hutan merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kelestarian alam dan sumber kehidupan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Kegiatan komunikasi sosial ini menjadi salah satu strategi pendekatan kultural dan keagamaan yang diterapkan BKPH Ngiri. Pelibatan tokoh Muslimat NU dinilai efektif karena memiliki jaringan yang kuat hingga tingkat keluarga dan mampu menyampaikan pesan-pesan pelestarian hutan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.

Sementara itu, Sesepuh Desa sekaligus Ketua Muslimat NU Ranting, Siti Ro’isah, menyatakan kesiapannya mendukung penuh upaya Perhutani dalam mencegah karhutla melalui edukasi kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani yang telah mengajak kami berperan aktif menjaga kelestarian hutan. Insyaallah, pesan mengenai bahaya karhutla akan kami sampaikan dalam setiap kegiatan pengajian, arisan, dan pertemuan Muslimat NU. Kami juga akan mengajak seluruh jamaah untuk ikut mengawasi kawasan hutan serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran. Menjaga hutan adalah tanggung jawab bersama demi kelestarian lingkungan, keberlangsungan sumber mata air, dan masa depan anak cucu kita,” ungkapnya.

Melalui kegiatan komunikasi sosial ini, Perhutani KPH Mantingan terus memperkuat inovasi pencegahan karhutla berbasis kolaborasi dengan tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh masyarakat. Pendekatan kultural tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian hutan serta memperkuat sinergi dalam mewujudkan kawasan hutan yang aman, lestari, dan berkelanjutan. (Mnt/ism)

Editor: Diono

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *