KEDU UTARA (20/08/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari Desa Jombor melaksanakan kerja bakti di Petilasan Kyai Lintang Trenggono Kusumo, Gunung Beser, yang berada di wilayah hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jumo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Candiroto, pada Kamis (20/08). Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan kawasan sekaligus melestarikan situs budaya yang memiliki nilai penting bagi masyarakat setempat.
Kegiatan kerja bakti dilakukan secara gotong royong dengan membersihkan lingkungan sekitar petilasan, merapikan akses jalan, memangkas semak belukar, serta membersihkan sampah dan material yang mengganggu kenyamanan kawasan. Sinergi antara Perhutani dan LMDH Wana Lestari menunjukkan peran aktif masyarakat desa hutan dalam menjaga kawasan hutan sekaligus merawat warisan budaya yang berada di dalamnya.
Petilasan Kyai Lintang Trenggono Kusumo merupakan salah satu kawasan yang memiliki fungsi penting sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat lokal. Keberadaannya tidak hanya berkaitan dengan nilai sejarah dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Desa Jombor dan sekitarnya.
Wakil Administratur KPH Kedu Utara, Bambang Setyawan, menyampaikan bahwa Perhutani memberikan dukungan terhadap kegiatan masyarakat dalam menjaga situs budaya yang berada di kawasan hutan.
“Perhutani tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelestarian hutan dari sisi ekologis, tetapi juga mendukung nilai sosial dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat. Kerja bakti ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi Perhutani dengan LMDH dan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan beserta nilai budaya yang ada di dalamnya,” ujar Bambang.
Menurut Bambang, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan hutan. Dengan adanya kepedulian bersama, kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar petilasan dapat terus terjaga.
Sementara itu, juru kunci Petilasan Kyai Lintang Trenggono Kusumo, Mbah Patrimo, mengapresiasi kepedulian Perhutani dan LMDH Wana Lestari yang turut menjaga keberadaan petilasan.
“Petilasan ini merupakan bagian dari sejarah dan identitas masyarakat. Kami berterima kasih atas perhatian Perhutani dan masyarakat yang bersama-sama membersihkan dan merawat tempat ini. Harapannya, keberadaan petilasan tetap terjaga dan nilai sejarahnya dapat dikenal oleh generasi penerus,” ungkap Mbah Patrimo.
Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat gotong royong antara Perhutani dan masyarakat desa hutan. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan terawat, upaya bersama ini menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mempertahankan warisan budaya masyarakat lokal agar tetap lestari dan bermanfaat bagi generasi mendatang.(Kdu/Nurul)
Editor: Annisha
Copyright © 2026
















Leave a Reply