Patroli gabungan ini, melibatkan jajaran Perhutani, bersama masyarakat sekitar hutan yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tani Jaya. Kegiatan ini, menjadi bentuk kolaborasi nyata dalam menjaga aset negara dari ancaman pembalakan liar, perburuan satwa, serta potensi kebakaran hutan.
Administratur, KPH Banyumas Barat, Yohanes Eka Cahyadi, yang diwakili oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rawa Timur, Kusnadi, menekankan pentingnya sinergi antara petugas Perhutani, dan masyarakat, dalam menjaga keamanan kawasan hutan.
Ia mengatakan, “Hutan adalah warisan yang harus kita jaga bersama. Kehadiran LMDH Tani Jaya, dalam patroli ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat untuk melindungi lingkungan semakin meningkat. Kami tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat sekitar yang lebih memahami kondisi lapangan.”
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cikonde, Imam, Kepala RPH Tritih, Warman, serta Kepala RPH Cikiperan, Muswarsono. Kehadiran jajaran tersebut bertujuan melakukan evaluasi langsung terhadap kondisi tegakan pohon serta batas wilayah di masing-masing area kerja.
Kegiatan patroli, juga diperkuat dengan kehadiran Komandan Regu Polisi Hutan Mobil, Sahidin Prayitno, beserta anggotanya yang melakukan pengecekan jalur-jalur rawan serta memastikan tidak adanya aktivitas ilegal di kawasan petak 29.
Dari unsur masyarakat, Ketua LMDH Tani Jaya, Miskun Sidik, turut memimpin langsung anggotanya dalam kegiatan patroli.
Ia menyampaikan, “Kami dari LMDH Tani Jaya, merasa memiliki tanggung jawab moral. Jika hutan rusak, kami juga akan merasakan dampaknya, seperti kekeringan atau banjir. Melalui patroli ini, kami ingin memastikan kawasan tetap aman dan lestari.”
Patroli, dilaksanakan dengan metode berjalan kaki menyusuri titik-titik yang telah ditentukan, termasuk melakukan pengecekan patok batas, kondisi tanaman muda, serta memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan.
Hasil patroli menunjukkan bahwa kawasan RPH Cikonde, khususnya petak 29, dalam kondisi aman dan kondusif serta tidak ditemukan adanya indikasi kerusakan hutan yang signifikan. Meski demikian, Perhutani, menegaskan bahwa kegiatan patroli akan terus ditingkatkan, terutama pada periode rawan, guna memastikan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan tetap terjaga.
Kegiatan diakhiri dengan konsolidasi bersama guna merumuskan strategi pengamanan ke depan serta memperkuat komunikasi antara Perhutani, dan LMDH Tani Jaya, agar tetap berjalan harmonis dan efektif. (Byb/Twn).
Leave a Reply