BANYUMAS BARAT (29/09/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat terus berkomitmen mengoptimalkan potensi sumber daya alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat mitra di sekitar hutan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar pembinaan bagi para penyadap getah pinus di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cidora, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sidareja. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi getah pinus di wilayah tersebut.
Kegiatan pembinaan berlangsung interaktif dan dihadiri jajaran manajemen Perhutani serta perwakilan pekerja penyadap. Administratur/KKPH Banyumas Barat, Herry Merkussiyanto Putro, yang berhalangan hadir secara langsung, diwakili Kepala BKPH Sidareja, Sukirto. Turut hadir Kepala RPH Cidora, Joko Sutriono. Sementara itu, dari pihak mitra kerja hadir 15 orang perwakilan penyadap yang dipimpin Ketua Kelompok Penyadap, Sumino.
Dalam sambutannya, Kepala BKPH Sidareja, Sukirto, menyampaikan pesan manajemen KPH Banyumas Barat mengenai pentingnya sinergi antara Perhutani dan para penyadap. Ia menekankan bahwa penyadap merupakan ujung tombak keberhasilan produksi getah pinus yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama perusahaan dari hasil hutan bukan kayu.
“Kami hadir di sini untuk memberikan edukasi, teknik, serta motivasi baru. Perhutani sangat mengapresiasi kerja keras para penyadap selama ini. Namun, kita harus terus berinovasi dan memperbaiki teknik penyadapan agar produksi getah pinus kita dapat meningkat secara signifikan, baik dari segi volume maupun kebersihan getahnya. Melalui penerapan metode pembaruan stimulus yang tepat dan pemeliharaan pohon yang benar, kita yakin target produksi tahun ini dapat tercapai,” ujar Sukirto saat memberikan pengarahan.
Lebih lanjut, Kepala RPH Cidora, Joko Sutriono, menyampaikan bahwa pembinaan secara berkala penting dilakukan untuk mengevaluasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Ia berharap komunikasi antara petugas lapangan dan para penyadap dapat berjalan semakin dinamis sehingga berbagai persoalan teknis dapat segera diatasi.
Merespons kegiatan tersebut, Ketua Kelompok Penyadap, Sumino, menyampaikan terima kasih dan dukungannya terhadap program-program yang dijalankan Perhutani. Menurutnya, bimbingan teknis seperti ini dibutuhkan para pekerja untuk memperbarui pengetahuan mengenai teknik penyadapan yang efektif tanpa merusak pohon pinus.
“Kami selaku penyadap sangat menyambut baik pembinaan dari Perhutani ini. Arahan yang diberikan sangat jelas dan membuka wawasan kami tentang bagaimana memaksimalkan getah yang keluar dengan teknik yang lebih efisien. Kami berkomitmen untuk menerapkan ilmu yang didapat hari ini demi meningkatkan hasil sadapan kami. Peningkatan produksi ini tentu juga akan berdampak langsung pada pendapatan dan kesejahteraan keluarga kami di rumah,” ungkap Sumino.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dua arah dan praktik singkat mengenai standardisasi kedalaman serta lebar kuakan sadapan yang ideal. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan penyadapan tetap memperhatikan kelestarian pohon pinus sehingga produktivitas dapat dipertahankan secara berkelanjutan.(Byb/Twn)
Editor: Farah
Copyright ©️ 2026
















Leave a Reply