Perhutani KPH Gundih dan SMK Taruna Kradenan Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Randurejo

GUNDIH (09/09/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Panunggalan berkolaborasi dengan SMK Taruna Kradenan menyalurkan bantuan 20.000 liter air bersih bagi warga Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Selasa (08/09). Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau.

Aksi sosial tersebut melibatkan puluhan siswa SMK Taruna Kradenan yang turun langsung ke lokasi penampungan. Para pelajar bahu-membahu mengatur antrean serta mengisi air ke berbagai wadah milik warga, mulai dari jeriken, ember, hingga gentong plastik.

Wakil Administratur KPH Gundih, Yulianto, menjelaskan bahwa pelibatan peserta didik dalam kegiatan penanganan dampak kekeringan tersebut bertujuan membangun empati dan kepekaan sosial sejak dini, khususnya terhadap masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Kami sengaja mengajak para siswa agar mereka melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat di sekitar hutan yang sedang mengalami kekeringan. Harapannya, bantuan air bersih ini tidak hanya meringankan beban pemenuhan kebutuhan harian warga, tetapi juga membentuk karakter kepedulian generasi muda,” ujar Yulianto.

Kepala Sekolah SMK Taruna Kradenan, Jarum Wiyanto, menyambut positif kolaborasi kemanusiaan tersebut. Menurutnya, keterlibatan aktif dalam kegiatan lapangan memberikan pengalaman belajar nyata yang tidak diperoleh di dalam ruang kelas.

“Sinergi bersama BKPH Panunggalan ini menjadi ruang pembelajaran karakter yang sangat berharga bagi murid-murid kami. Mereka belajar berinteraksi, bergotong royong, dan memupuk kepedulian sosial secara langsung,” kata Jarum.

Salah seorang siswi yang terlibat, Desi Ambarwati, mengaku terkesan dapat berkontribusi membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Ia berharap program kerja sama berbasis kepedulian sosial seperti ini dapat terus berlanjut.

Penyaluran bantuan air bersih tersebut disambut lega oleh warga Desa Randurejo. Selama beberapa bulan terakhir, penurunan debit sumber air membuat warga harus membatasi penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari dan mengandalkan pasokan bantuan dari pihak luar. (Gdh/Dwi)

Editor: Nasyia

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *