Perhutani KPH Kebonharjo dan Babinsa Gelar Patroli Gabungan Jaga Keamanan Hutan

KEBONHARJO (26/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo menggelar patroli gabungan bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Bogorejo di kawasan hutan wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gayam pada Jumat (26/06). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat pengamanan kawasan hutan sekaligus meningkatkan sinergi antara Perhutani dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di tingkat lapangan.

Patroli gabungan tersebut merupakan bentuk sinergi lintas sektor yang bertujuan mencegah berbagai tindakan ilegal, seperti pembalakan liar (illegal logging), perambahan kawasan hutan, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta menjaga kelestarian ekosistem hutan. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat koordinasi dalam menjaga keamanan kawasan hutan dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi gangguan keamanan hutan.

Administratur KPH Kebonharjo melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gayam Subandiono menyampaikan bahwa patroli berjalan kaki tersebut difokuskan pada deteksi dini gangguan keamanan hutan (gukamhut) serta upaya pencegahan karhutla menjelang musim kemarau.

“Patroli gabungan ini tidak hanya bertujuan mendeteksi dini potensi gangguan keamanan hutan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar hutan agar tidak membuka lahan maupun membakar hutan secara sembarangan,” ujar Subandiono.

Ia menambahkan bahwa komunikasi dan koordinasi yang dilakukan secara rutin menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan serta aset negara yang berada di kawasan hutan.

“Melalui interaksi langsung di lapangan, kami berharap kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan dan aset negara dapat semakin optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Babinsa Koramil Bogorejo, Sertu Karyono, menegaskan bahwa patroli preventif tersebut bertujuan menciptakan situasi yang aman dan kondusif dengan fokus utama mencegah terjadinya pembalakan liar (illegal logging) dan penambangan ilegal (illegal mining), sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Sinergi antara Babinsa dan petugas Perhutani di tingkat lapangan memiliki peran strategis dalam menciptakan kondisi wilayah yang aman dan kondusif, terutama di kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan permukiman warga,” kata Karyono.

Ia berharap koordinasi lintas sektor antara Perhutani dan TNI terus diperkuat guna mendukung keamanan kawasan hutan sekaligus menjaga kelestarian sumber daya alam di wilayah setempat. (Kbh/Ari)

Editor: Naya

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *