PEKALONGAN BARAT (12-08-2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sumber daya air secara terpadu guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keaktifan Perhutani KPH Pekalongan Barat dalam menghadiri Sidang Pleno Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Pemali Comal yang diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Pemali Comal di Tegal, Selasa (11-08-2026).
Forum tersebut menjadi momentum penting untuk membangun sinergi antarpemangku kepentingan, khususnya dalam pembahasan dan dukungan terhadap rencana alokasi air tahunan. Perencanaan alokasi air yang dilakukan secara terukur diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air bagi berbagai sektor, termasuk pertanian, kehutanan, serta kebutuhan masyarakat.
Bagi sektor pertanian, kepastian ketersediaan air memiliki peran strategis dalam menjaga produktivitas lahan dan keberlanjutan produksi pangan. Oleh karena itu, pembagian alokasi air tahunan perlu didukung dengan koordinasi lintas sektor agar pemanfaatan air dapat dilakukan secara efektif, adil, dan berkelanjutan.
Administratur KPH Pekalongan Barat melalui Kepala Subseksi K3 dan Lingkungan, Arif Muanas, menyampaikan bahwa forum tersebut tidak hanya membahas pengelolaan air, tetapi juga langkah mitigasi terhadap potensi dampak El Nino sebagai bagian penting dalam upaya menjaga ketahanan pangan. Kondisi El Nino dapat meningkatkan risiko kekeringan dan memengaruhi ketersediaan air sehingga diperlukan langkah antisipatif melalui perencanaan, pemantauan sumber daya air, konservasi, serta penguatan koordinasi antarinstansi.
“Keberadaan Perhutani memiliki posisi strategis karena pengelolaan kawasan hutan berkaitan erat dengan fungsi tata air dan kelestarian lingkungan. Upaya menjaga tutupan hutan dan fungsi kawasan dapat turut mendukung kemampuan wilayah dalam mempertahankan tata kelola air, terutama dalam menghadapi tekanan akibat perubahan kondisi iklim,” ujarnya.
Keaktifan Perhutani KPH Pekalongan Barat dalam forum TKPSDA WS Pemali Comal mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pengelola kawasan hutan, pengelola sumber daya air, pemerintah, dan para pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diperlukan agar kebijakan pengelolaan air tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan sumber daya air dalam jangka panjang.
Sementara itu, Ketua TKPSDA WS Pemali Comal, Yuli Narpito, menegaskan bahwa dukungan terhadap rencana alokasi air tahunan sekaligus penguatan mitigasi dampak El Nino merupakan bagian dari langkah bersama untuk menghadirkan tata kelola sumber daya air yang lebih adaptif. Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang kuat, ketersediaan air diharapkan dapat tetap mendukung aktivitas pertanian dan sektor strategis lainnya.
Melalui partisipasi aktif dalam Sidang Pleno TKPSDA WS Pemali Comal, lintas instansi dan segenap pemangku kepentingan, termasuk Perhutani, turut memperkuat semangat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya air. Upaya tersebut pada akhirnya diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional, ketahanan ekologi, dan keberlanjutan pembangunan di wilayah Pemali Comal. (Pkb/Sgy)
Editor:Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply