PURWODADI, PERHUTANI (11/09/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melaksanakan kegiatan pembinaan personel jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penganten sekaligus penguatan kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta gangguan keamanan hutan (Gukamhut). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor BKPH Penganten pada Jumat (11/09).
Kegiatan yang diikuti jajaran Perhutani BKPH Penganten tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kualitas kinerja personel dalam menjalankan tugas pengelolaan kawasan hutan. Selain itu, pembinaan juga diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan seluruh jajaran dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan serta berbagai bentuk gangguan keamanan yang dapat mengancam kelestarian kawasan hutan.
Wakil Administratur KPH Purwodadi, Henry Kristiawan, dalam arahannya menyampaikan bahwa pembinaan personel merupakan langkah penting untuk memastikan setiap petugas memahami tugas dan tanggung jawabnya serta mampu bekerja secara profesional di lapangan.
“Pembinaan ini menjadi sarana untuk melakukan evaluasi sekaligus memberikan penguatan kepada seluruh personel agar semakin disiplin, solid, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Setiap personel harus memahami kondisi wilayah kerjanya, meningkatkan komunikasi dengan masyarakat, serta aktif melakukan pemantauan terhadap potensi gangguan keamanan hutan maupun kebakaran hutan dan lahan,” ujar Henry Kristiawan.
Menurutnya, kondisi musim kemarau membutuhkan kewaspadaan lebih dari seluruh jajaran. Pencegahan Karhutla harus dilakukan secara bersama-sama melalui patroli, pemantauan wilayah rawan, deteksi dini, serta koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat sekitar hutan.
“Upaya pencegahan harus lebih diutamakan. Jangan menunggu sampai terjadi kebakaran. Apabila ditemukan titik atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera dilakukan langkah antisipasi dan dilaporkan secara berjenjang. Demikian pula terhadap gangguan keamanan hutan, diperlukan pengawasan dan patroli secara konsisten serta pendekatan persuasif kepada masyarakat,” tambahnya Henry Kristiawan.
Henry juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan masyarakat desa sekitar hutan. Menurutnya, masyarakat merupakan mitra penting Perhutani dalam menjaga kawasan hutan, sehingga komunikasi dan koordinasi harus terus dibangun untuk menciptakan kepedulian bersama terhadap keamanan dan kelestarian hutan.
Sementara itu, Suroso, warga Desa Penganten, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan pembinaan dan kesiapsiagaan yang dilakukan Perhutani. Menurutnya, keberadaan hutan memberikan manfaat penting bagi masyarakat sehingga perlu dijaga secara bersama-sama.
“Kami sebagai masyarakat sekitar hutan tentu mendukung upaya Perhutani dalam menjaga keamanan dan kelestarian hutan. Terutama pada musim kemarau seperti sekarang, masyarakat harus ikut waspada dan tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Kalau hutan aman dan lestari, manfaatnya juga dapat dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Suroso.
Kepala BKPH Penganten bersama jajarannya berkomitmen menindaklanjuti arahan tersebut dengan meningkatkan kegiatan patroli dan pemantauan kawasan, khususnya pada lokasi yang memiliki potensi rawan kebakaran maupun gangguan keamanan hutan. Koordinasi dengan pemerintah desa, aparat keamanan, lembaga masyarakat desa hutan, serta masyarakat sekitar juga akan terus ditingkatkan.
Melalui kegiatan pembinaan dan penguatan siaga tersebut, Perhutani KPH Purwodadi berharap seluruh personel semakin siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Kesiapsiagaan, kedisiplinan, komunikasi, dan kerja sama menjadi kunci dalam mencegah terjadinya kebakaran maupun gangguan keamanan hutan.
Perhutani juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dengan tidak melakukan pembakaran sembarangan, tidak meninggalkan api di kawasan hutan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran atau aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan hutan.
Dengan sinergi antara Perhutani dan masyarakat, diharapkan kawasan hutan di wilayah BKPH Penganten dapat tetap aman, terjaga, dan lestari sehingga mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
Editor : Diono













Leave a Reply