Perhutani KPH Purwodadi Bersama Pabin dan LMDH Wana Tirta Gelar Patroli Gabungan Cegah Gangguan Keamanan dan Karhutla

PURWODADI, PERHUTANI (14/09/2026) |  Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangasem melaksanakan patroli gabungan bersama Perwira Pembina Jaga Wana (Pabin) dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Tirta di petak 122 dengan luas 40 hektare, tanaman jati tahun 2006, wilayah RPH Tambakselo BKPH Karangasem, pada Sabtu (12/09).

Kegiatan patroli gabungan tersebut merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan hutan serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya di tengah kondisi musim kemarau. Patroli dilakukan dengan menyusuri kawasan petak 122 dan memantau kondisi tegakan, lingkungan sekitar hutan, serta titik-titik yang berpotensi menimbulkan gangguan.

Kepala BKPH Karangasem Sri Purwanto, mewakili Administratur KPH Purwodadi Untoro Tri Kurniawan, menyampaikan bahwa patroli gabungan merupakan bagian dari upaya Perhutani dalam memperkuat pengamanan kawasan hutan melalui kolaborasi dengan berbagai unsur, termasuk Pabin dan masyarakat desa hutan.

“Patroli gabungan ini kami laksanakan sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menjaga kawasan hutan, terutama untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan hutan maupun kebakaran hutan dan lahan. Kami terus meningkatkan kegiatan patroli dan pemantauan secara rutin, serta membangun komunikasi dengan masyarakat sekitar hutan agar potensi gangguan dapat diketahui dan dicegah sejak dini,” ungkapnya.

Sri Purwanto menambahkan, keberadaan masyarakat sekitar hutan menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pengamanan dan perlindungan hutan. Menurutnya, kepedulian bersama akan menciptakan rasa memiliki terhadap kawasan hutan sehingga kelestarian tegakan jati dan ekosistem di dalamnya dapat terus terjaga.

Sementara itu, Perwira Pembina Jaga Wana (Pabin) AIPTU Wahyu Setiawan menyampaikan bahwa kegiatan patroli bersama menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara Perhutani, aparat, dan masyarakat dalam menciptakan kondisi kawasan hutan yang aman dan kondusif.

“Patroli bersama ini menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan di kawasan hutan. Kami mengajak seluruh pihak, khususnya masyarakat yang beraktivitas di sekitar hutan, agar ikut menjaga keamanan serta tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran. Apabila ditemukan potensi gangguan, segera dilakukan komunikasi dan koordinasi agar dapat ditangani secara cepat,” jelasnya.

Ketua LMDH Wana Tirta Dwi Raharto menyatakan bahwa masyarakat desa hutan siap mendukung langkah Perhutani dalam menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan. Menurutnya, hutan memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat sehingga keberadaannya perlu dijaga secara bersama-sama.

“Kami dari LMDH Wana Tirta siap bersinergi dengan Perhutani dan Pabin untuk menjaga hutan. Masyarakat juga kami imbau untuk meningkatkan kepedulian, terutama pada musim kemarau seperti sekarang. Jangan sampai ada aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan bersama-sama kita cegah segala bentuk gangguan keamanan hutan,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan patroli, jajaran Perhutani bersama Pabin dan LMDH Wana Tirta melakukan pemantauan kondisi kawasan petak 122, memastikan keamanan tegakan jati tahun 2006, serta mengantisipasi adanya aktivitas maupun kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan Karhutla.

Perhutani KPH Purwodadi terus mendorong penguatan sinergi dengan aparat dan masyarakat desa hutan sebagai bagian dari sistem pengamanan hutan berbasis kolaborasi. Kegiatan patroli tidak hanya bertujuan mencegah gangguan keamanan, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi, meningkatkan kepedulian, serta menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga hutan merupakan tanggung jawab seluruh pihak.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kondisi kawasan hutan tetap aman, kondusif dan terbebas dari ancaman kebakaran maupun gangguan lainnya, sehingga pertumbuhan tegakan jati dapat berlangsung optimal dan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan, sumber ekonomi masyarakat, serta bagian penting dari kelestarian lingkungan dapat terus dipertahankan.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *