Perhutani KPH Purwodadi Bersama Polsek Klambu Lakukan Pengecekan Titik Api untuk Cegah Karhutla di BKPH Penganten

PURWODADI, PERHUTANI (20/07/2026) | Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Perhutani KPH Purwodadi melalui jajaran BKPH Penganten melaksanakan kegiatan pengecekan titik api di Petak 30 RPH Plosokerep BKPH Penganten bersama anggota anggota kepolisian Polsek Klambu, pada Minggu (19/07).

Kegiatan tersebut merupakan langkah cepat Perhutani dalam menindaklanjuti informasi adanya indikasi titik panas (hotspot) di kawasan hutan. Tim gabungan melakukan penyisiran lokasi, memastikan kondisi lapangan, serta mengidentifikasi potensi sumber api agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Selain pengecekan titik api, petugas juga melakukan pemantauan kondisi vegetasi yang mulai mengering akibat musim kemarau, mengecek akses menuju lokasi apabila sewaktu-waktu diperlukan penanganan darurat, serta memberikan imbauan kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan agar tidak melakukan pembakaran lahan, membuang puntung rokok sembarangan, maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.

Administratur Perhutani KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Penganten, Heru Sutikno, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mendukung arahan Kantor Divisi Regional Jawa Tengah terkait peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan selama musim kemarau.

“Musim kemarau merupakan periode yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, setiap informasi mengenai titik api harus segera ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan agar dapat diketahui kondisi sebenarnya dan dilakukan langkah penanganan sedini mungkin. Sinergi antara Perhutani, Kepolisian, serta masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kawasan hutan tetap aman, lestari, dan produktif,” ujar Heru Sutikno.

Ia juga menambahkan bahwa Perhutani terus mengintensifkan patroli preventif, komunikasi sosial dengan masyarakat desa hutan, serta pengawasan di lokasi-lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi agar kebakaran tidak menimbulkan kerusakan ekosistem, hilangnya habitat satwa, maupun kerugian terhadap aset negara.

Sementara itu, anggota Polsek Klambu, Aiptu Ali Rifan, mengapresiasi sinergitas yang telah terjalin antara Perhutani dan Kepolisian dalam menjaga keamanan kawasan hutan.

“Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif dibandingkan penanggulangan setelah kebakaran terjadi. Kami mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga kawasan hutan dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun tindakan lain yang dapat memicu munculnya api. Apabila mengetahui adanya asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat sebelum meluas,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Perhutani KPH Purwodadi berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan semakin meningkat. Kolaborasi antara Perhutani, aparat keamanan, pemerintah desa, LMDH, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu mewujudkan kawasan hutan yang aman dari ancaman kebakaran sehingga fungsi ekologis, sosial, dan ekonominya tetap terjaga bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *