Perhutani KPH Purwodadi Bersama TNI-Polri Gelar Patroli Gabungan, Perkuat Pencegahan Karhutla dan Gangguan keamanan hutan

PURWODADI, PERHUTANI (12/10/2026) |  Dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengantisipasi gangguan keamanan hutan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangasem melaksanakan patroli gabungan bersama jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Wirosari dan TNI, Jumat (09/10).

Patroli gabungan tersebut dilaksanakan di petak 130A, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tambakselo, BKPH Karangasem, dengan luas kawasan mencapai 11,50 hektare yang merupakan tegakan tanaman jati tahun tanam 2011. Kegiatan ini melibatkan Kepala Polsek Wirosari AKP Sri Eko Luvianto beserta anggota serta Babinsa Desa Tambakselo, Sertu Suparman, bersama jajaran petugas Perhutani BKPH Karangasem.

Kegiatan patroli dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, sekaligus mengantisipasi berbagai bentuk gangguan keamanan hutan. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemantauan kondisi kawasan, meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas di sekitar hutan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan keamanan dan kelestarian hutan tetap terjaga.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Karangasem, Sri Purwanto, menyampaikan bahwa patroli gabungan merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam menjaga keamanan kawasan hutan melalui sinergi bersama aparat keamanan dan kewilayahan.

“Patroli gabungan ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta mencegah gangguan keamanan hutan. Kami terus memperkuat koordinasi bersama jajaran TNI-Polri agar pengawasan kawasan dapat berjalan secara optimal. Kami juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga hutan dengan tidak melakukan pembakaran sembarangan, tidak merusak tegakan, serta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di kawasan hutan,” ungkap Sri Purwanto.

Ia menambahkan bahwa kawasan hutan dengan tegakan jati yang telah tumbuh selama bertahun-tahun perlu dijaga bersama agar manfaat ekologis dan ekonominya dapat terus dirasakan. Upaya pencegahan karhutla dan gangguan keamanan hutan tidak hanya berorientasi pada perlindungan aset tegakan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mendukung tata air, melindungi tanah dari erosi, serta mempertahankan keberlanjutan fungsi hutan bagi generasi mendatang.

Sementara itu, Kapolsek Wirosari, AKP Sri Eko Luvianto, menyampaikan bahwa sinergi antara Perhutani, TNI, dan Polri menjadi unsur penting dalam menciptakan situasi kawasan hutan yang aman dan kondusif. Menurutnya, patroli bersama merupakan upaya untuk meningkatkan kehadiran petugas di lapangan sekaligus membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan hutan.

“Melalui patroli gabungan ini, kami berupaya meningkatkan kewaspadaan dan mencegah sejak dini potensi kebakaran maupun gangguan keamanan hutan. Kami berharap koordinasi yang telah terjalin antara Perhutani, TNI, dan Polri terus diperkuat, disertai dukungan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan. Hutan merupakan sumber daya yang harus dilindungi bersama agar tetap lestari dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun kehidupan masyarakat,” ujar AKP Sri Eko Luvianto.

Melalui kegiatan tersebut, Perhutani KPH Purwodadi bersama TNI-Polri menegaskan pentingnya pengawasan secara terpadu dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya perlindungan hutan. Selain meningkatkan keamanan kawasan, patroli gabungan juga menjadi sarana mempererat komunikasi antarpihak serta mendorong partisipasi masyarakat dalam mencegah karhutla dan berbagai gangguan yang berpotensi mengancam kelestarian hutan.

Perhutani KPH Purwodadi berkomitmen untuk terus meningkatkan langkah-langkah preventif melalui patroli rutin, koordinasi lintas sektor, dan edukasi kepada masyarakat. Dengan sinergi yang kuat serta kepedulian bersama, kawasan hutan di wilayah BKPH Karangasem diharapkan senantiasa aman, produktif, dan lestari sehingga mampu menjalankan fungsi ekologis, sosial, dan ekonominya secara berkelanjutan.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *