PURWODADI, PERHUTANI (20/08/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tumpuk melaksanakan patroli gabungan bersama Komandan Regu beserta anggota Polisi Mobil di wilayah hutan RPH Tumpuk, BKPH Tumpuk, pada Rabu (19/08/2026). Kegiatan tersebut menyasar petak 89 seluas 54 hektare, petak 90 seluas 63,50 hektare, dan petak 62 seluas 39,90 hektare.
Patroli gabungan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan keamanan kawasan hutan sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan kelestarian hutan, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang rawan terjadi pada musim kemarau.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemantauan kondisi kawasan hutan, mengecek potensi titik rawan kebakaran, mengantisipasi adanya aktivitas pembakaran, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gangguan keamanan hutan. Selain itu, patroli juga menjadi sarana untuk membangun sinergi antara Perhutani dan aparat keamanan dalam menjaga kawasan hutan secara bersama-sama.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Tumpuk, Sudaryono, menyampaikan bahwa patroli gabungan merupakan bagian dari upaya Perhutani dalam menjaga keamanan kawasan sekaligus memastikan hutan tetap lestari.
“Patroli gabungan ini kami lakukan sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan hutan, terutama kebakaran hutan dan lahan. Sinergi dengan Polisi Mobil sangat penting karena menjaga kelestarian hutan bukan hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk aparat dan masyarakat sekitar hutan,” ujar Sudaryono.
Menurutnya, kondisi cuaca pada musim kemarau membuat kawasan hutan memiliki tingkat kerawanan yang lebih tinggi terhadap kebakaran. Karena itu, jajaran Perhutani terus meningkatkan kegiatan patroli, pemantauan, serta komunikasi dengan masyarakat untuk mencegah munculnya api di kawasan hutan.
“Melalui patroli ini kami juga mengajak masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sembarangan, baik di dalam kawasan hutan maupun di sekitar hutan. Apabila menemukan indikasi kebakaran atau gangguan keamanan, segera melaporkan kepada petugas Perhutani atau aparat terdekat sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” tambahnya.
Sementara itu, masyarakat Desa Tambakselo, Muh Suryadi, mengapresiasi kegiatan patroli gabungan yang dilakukan Perhutani bersama aparat keamanan. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan rasa aman sekaligus menunjukkan kepedulian bersama terhadap kondisi hutan di sekitar wilayah masyarakat.
“Kami masyarakat tentu mendukung patroli seperti ini. Hutan harus dijaga bersama karena keberadaannya sangat penting bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat. Kami juga siap membantu memberikan informasi apabila melihat adanya kebakaran, orang yang melakukan pembakaran, maupun kegiatan yang dapat mengganggu keamanan hutan,” ungkap Muh Suryadi.
Ia berharap kegiatan patroli dan komunikasi dengan masyarakat dapat terus dilakukan secara rutin, sehingga potensi gangguan keamanan maupun karhutla dapat dicegah sejak dini.
Kegiatan patroli gabungan tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata komitmen Perhutani KPH Purwodadi dalam memperkuat sinergitas dengan aparat keamanan dan masyarakat sekitar hutan. Dengan pengawasan yang dilakukan secara bersama-sama, diharapkan kawasan hutan RPH Tumpuk BKPH Tumpuk tetap aman, terhindar dari ancaman kebakaran, serta mampu memberikan manfaat ekologis dan sosial secara berkelanjutan.
Editor : Diono













Leave a Reply