PURWODADI, PERHUTANI (23/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi menggelar Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kesiapan personel dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi musim kemarau. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Petak 77A-1 RPH Sendangpakelan BKPH Sambirejo, Rabu (22/07).
Apel dipimpin langsung oleh Administratur KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, serta diikuti jajaran manajemen KPH Purwodadi, Kapolsek Wirosari AKP Saptono Widyo Hariyanto beserta anggota, Kapolsek Tawangharjo beserta anggota, Babinsa Desa Gedangan Koramil Wirosari, Babinsa Desa Godan Koramil Tawangharjo, seluruh Kepala BKPH wilayah KPH Purwodadi, perwakilan pengurus LMDH Godan Wana Lestari, LMDH Sendang Mulyo, LMDH Wana Makmur, serta anggota Polisi Kehutanan (Polhut) Perhutani KPH Purwodadi.
Apel kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari langkah preventif Perhutani dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang meningkat pada musim kemarau. Selain pengecekan kesiapan personel, kegiatan juga menjadi sarana memperkuat koordinasi antarinstansi agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis peralatan pemadam kebakaran, berupa gebyok api dan garuk api, dari Administratur KPH Purwodadi kepada unsur Kepolisian, TNI, dan LMDH sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapsiagaan bersama dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Administratur KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, dalam amanatnya menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian kebakaran hutan tidak dapat dilakukan oleh Perhutani sendiri, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Apel kesiapsiagaan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian hutan. Pencegahan harus menjadi prioritas utama karena kebakaran hutan bukan hanya menyebabkan kerugian ekonomi, tetapi juga berdampak terhadap lingkungan, ekosistem, dan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, LMDH hingga masyarakat sekitar hutan untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat patroli terpadu, melakukan edukasi kepada masyarakat, serta bergerak cepat apabila ditemukan titik api. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis potensi kebakaran dapat diminimalisasi,” ujar Untoro.
Sementara itu, Kapolsek Wirosari AKP Saptono Widyo Hariyanto menyampaikan apresiasi atas inisiatif Perhutani yang terus membangun kolaborasi dengan aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan.
“Kami siap mendukung penuh langkah-langkah Perhutani dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan komunikasi yang baik, patroli terpadu, serta respons cepat apabila terjadi kebakaran. Sinergi yang selama ini terjalin antara Polri, TNI, Perhutani, dan masyarakat harus terus dipertahankan demi menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan,” ungkapnya.
Dukungan serupa disampaikan Ketua LMDH Godan Wana Lestari, Sutadi, yang menegaskan komitmen masyarakat desa hutan untuk terus berperan aktif dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran.
“Masyarakat desa hutan memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga kelestarian hutan karena manfaatnya kami rasakan secara langsung. Kami siap mendukung Perhutani melalui patroli bersama, memberikan informasi apabila ada potensi kebakaran, serta mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan. Semoga kerja sama yang baik ini mampu mewujudkan hutan yang tetap aman, lestari, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” tutur Sutadi.
Melalui kegiatan Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap terbangun kesiapan personel, sarana prasarana, serta soliditas antarinstansi dalam menghadapi musim kemarau. Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara Perhutani, TNI, Polri, LMDH, dan masyarakat, diharapkan kawasan hutan di wilayah KPH Purwodadi tetap terjaga dari ancaman kebakaran sehingga fungsi ekologis, sosial, dan ekonominya dapat terus memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Editor : Diono
















Leave a Reply