PURWODADI, PERHUTANI (24/08/2026) | Perhutani KPH Purwodadi melalui jajaran BKPH Karangasem melaksanakan kegiatan syukuran atau bancaan tebang penjarangan (Tebang E) bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Subur di petak 119 RPH Peting, pada Minggu (23/08/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan pengelolaan hutan sekaligus wujud rasa syukur atas kelancaran kegiatan pemanfaatan hasil hutan yang tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan.
Tebang penjarangan atau Tebang E dilaksanakan pada areal seluas 18 hektare dengan jenis tanaman Jati tahun tanam 2011 dan target produksi sebesar 60,085 meter kubik (M³). Kegiatan syukuran/bancaan diikuti jajaran Perhutani BKPH Karangasem bersama LMDH Subur serta tokoh masyarakat setempat.
Syukuran atau bancaan tebang merupakan tradisi yang dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus doa bersama agar seluruh rangkaian kegiatan tebangan berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat komunikasi serta sinergi antara Perhutani dengan masyarakat sekitar hutan dalam menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Karangasem Sri Purwanto menyampaikan bahwa kegiatan syukuran tebang penjarangan merupakan bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk memperkuat kebersamaan antara Perhutani dan masyarakat desa hutan.
“Syukuran atau bancaan tebang ini merupakan bentuk rasa syukur atas pelaksanaan kegiatan Tebang E di petak 119 RPH Peting. Kami berharap seluruh proses kegiatan dapat berjalan dengan lancar, aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Yang tidak kalah penting, kegiatan penjarangan ini merupakan bagian dari pemeliharaan tegakan untuk mendukung pertumbuhan pohon yang tersisa sehingga hutan tetap sehat dan produktif,” ujar Sri Purwanto.
Menurutnya, pengelolaan hutan tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga harus memperhatikan aspek ekologis, sosial dan keberlanjutan. Karena itu, Perhutani terus mendorong keterlibatan masyarakat melalui LMDH dalam menjaga keamanan kawasan, mencegah gangguan hutan serta ikut memelihara tanaman setelah kegiatan tebangan.
“Kami mengajak LMDH Subur dan seluruh masyarakat sekitar hutan untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan. Setelah kegiatan penjarangan, tegakan yang tersisa harus dijaga agar dapat tumbuh dengan baik. Kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama karena hutan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Dusun Peting Syafii mengapresiasi kegiatan syukuran yang dilaksanakan Perhutani bersama masyarakat. Menurutnya, tradisi bancaan menjadi sarana mempererat hubungan sekaligus membangun komunikasi yang baik antara masyarakat dan Perhutani.
“Kami masyarakat Dusun Peting menyambut baik kegiatan syukuran tebang penjarangan ini. Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan seperti ini membuat hubungan antara Perhutani dan masyarakat semakin dekat. Kami siap mendukung dan ikut menjaga hutan agar tetap aman dan lestari,” ungkap Syafii.
Ia menambahkan bahwa masyarakat sekitar hutan memiliki peran penting dalam menjaga kawasan dari berbagai potensi gangguan, termasuk pencurian kayu, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta kegiatan yang dapat merusak lingkungan.
Pelaksanaan Tebang E di petak 119 RPH Peting merupakan bagian dari kegiatan pemeliharaan tegakan melalui penjarangan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan teknis pengelolaan hutan, sehingga keberadaan tegakan yang tersisa dapat dipertahankan dan dikembangkan secara optimal.
Perhutani KPH Purwodadi bersama LMDH Subur berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan masyarakat desa hutan dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang aman, tertib dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan fungsi hutan, baik fungsi ekologis, sosial maupun ekonomi, dapat terus terjaga untuk kepentingan masyarakat dan generasi mendatang.
Editor : Diono
















Leave a Reply