PURWODADI, PERHUTANI (06/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus meningkatkan upaya perlindungan kawasan hutan melalui kegiatan patroli gabungan di sejumlah petak rawan yang berada di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sambirejo. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (6/07) dengan menyasar Petak 72 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Siwalan seluas 3.2 hektare dan Petak 28 RPH Gondan seluas 4 hektare sebagai lokasi yang memerlukan pengawasan secara intensif.
Patroli gabungan dilaksanakan oleh jajaran Perhutani BKPH Sambirejo bersama petugas lapangan dengan tujuan memastikan kondisi kawasan hutan tetap aman, mencegah terjadinya gangguan keamanan hutan (gukamhut), mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau, serta memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya hutan.
Kegiatan patroli dilakukan dengan menyusuri jalur-jalur rawan, melakukan pengecekan batas kawasan hutan, memantau kondisi tegakan, serta memberikan imbauan kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan agar bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan kerusakan maupun kebakaran.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Sambirejo, Susilo, menyampaikan bahwa patroli gabungan merupakan salah satu langkah preventif yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Perhutani dalam menjaga aset negara sekaligus memastikan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi hutan tetap berjalan secara berkelanjutan.
“Patroli gabungan ini menjadi bagian dari upaya kami untuk meningkatkan pengawasan di petak-petak yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu mencegah terjadinya pencurian kayu, perambahan kawasan, perburuan liar, maupun kebakaran hutan. Selain itu, kami juga terus mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian hutan,” ujar Susilo.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan tidak hanya bergantung pada pengawasan yang dilakukan Perhutani, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, terutama masyarakat desa sekitar hutan. Oleh karena itu, komunikasi yang baik dan patroli secara berkesinambungan menjadi strategi penting dalam menciptakan kondisi hutan yang aman dan lestari.
Menurutnya, hutan memiliki peran vital sebagai penyangga kehidupan, penyimpan cadangan air, pengendali erosi, penyerap karbon, serta habitat berbagai jenis flora dan fauna. Menjaga kelestarian hutan berarti menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat, baik saat ini maupun bagi generasi yang akan datang.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Gondan, Wahyu Aditya, mengapresiasi langkah Perhutani yang secara konsisten melaksanakan patroli gabungan di kawasan hutan.
“Kami merasa lebih tenang dengan adanya patroli rutin dari Perhutani. Kehadiran petugas memberikan rasa aman sekaligus mengingatkan masyarakat agar selalu ikut menjaga hutan. Kami siap mendukung upaya Perhutani dengan melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang dapat merusak hutan maupun berpotensi menyebabkan kebakaran,” ungkap Wahyu Aditya.
Melalui kegiatan patroli gabungan ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap pengamanan kawasan hutan di wilayah BKPH Sambirejo semakin optimal, potensi gangguan keamanan hutan dapat ditekan sejak dini, serta terbangun sinergi yang kuat antara Perhutani dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, produktif, aman, dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
Editor : Diono













Leave a Reply