Perhutani KPH Purwodadi Koordinasi dengan Kepala Desa Penganten, Matangkan Persiapan Rencana Tebangan 2026 Berbasis Kelestarian Hutan

PURWODADI, PERHUTANI (30/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran BKPH Penganten melaksanakan kegiatan komunikasi sosial bersama Kepala Desa Penganten, Muhammad Junaidi, dalam rangka koordinasi persiapan rencana tebangan tahun 2026 di wilayah RPH Plosokerep BKPH Penganten, Rabu (29/07). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Perhutani dan pemerintah desa guna memastikan pelaksanaan tebangan dilakukan secara terencana, sesuai prinsip pengelolaan hutan lestari.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Penganten tersebut dihadiri Kepala BKPH Penganten Heru Sutikno beserta jajaran Perhutani, Kepala Desa Penganten Muhammad Junaidi, serta perangkat desa. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai aspek teknis dan nonteknis terkait persiapan tebangan tahun 2026, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pengamanan kawasan hutan, penataan akses angkutan kayu, hingga upaya menjaga kondusivitas wilayah selama pelaksanaan kegiatan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Penganten, Heru Sutikno, menyampaikan bahwa komunikasi sosial merupakan langkah awal yang sangat penting sebelum pelaksanaan rencana tebangan agar seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan dan mekanisme kegiatan.

“Rencana tebangan merupakan bagian dari siklus pengelolaan hutan tanaman yang telah direncanakan secara matang berdasarkan prinsip kelestarian. Pohon yang ditebang adalah tanaman yang telah memenuhi umur masak tebang sesuai ketentuan silvikultur, sehingga kegiatan ini bukan mengurangi luas hutan, melainkan bagian dari proses regenerasi hutan melalui penanaman kembali. Oleh karena itu, koordinasi dengan pemerintah desa menjadi sangat penting agar pelaksanaan tebangan berjalan tertib, aman, serta mendapat dukungan masyarakat,” ujar Heru.

Ia menambahkan bahwa setelah kegiatan tebangan selesai, Perhutani akan segera melaksanakan penanaman kembali pada areal bekas tebangan dengan bibit berkualitas sehingga fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial hutan tetap terjaga secara berkelanjutan. Selain itu, Perhutani juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan kawasan hutan dari pencurian kayu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), maupun bentuk gangguan hutan lainnya.

Menurut Heru, keterlibatan masyarakat melalui pemerintah desa dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan hutan lestari. Dengan adanya komunikasi yang intensif, setiap tahapan kegiatan dapat berjalan transparan, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya hutan untuk generasi mendatang.

Sementara itu, Kepala Desa Penganten, Muhammad Junaidi, menyampaikan apresiasi atas langkah Perhutani yang selalu mengedepankan koordinasi dengan pemerintah desa sebelum melaksanakan kegiatan di lapangan.

“Kami menyambut baik komunikasi yang dibangun Perhutani. Melalui koordinasi seperti ini, pemerintah desa dapat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa rencana tebangan merupakan bagian dari pengelolaan hutan yang legal dan berkelanjutan. Kami juga siap mendukung upaya menjaga keamanan kawasan hutan, mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi serta bersama-sama menjaga kelestarian hutan agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Muhammad Junaidi.

Melalui kegiatan komunikasi sosial ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap seluruh tahapan persiapan rencana tebangan tahun 2026 di wilayah RPH Plosokerep BKPH Penganten dapat berjalan sesuai ketentuan, mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, memperkuat sinergi dengan pemerintah desa, serta tetap menjaga keseimbangan antara pemanfaatan hasil hutan dan pelestarian ekosistem hutan sebagai aset penting bagi kehidupan dan pembangunan berkelanjutan.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *