PURWODADI, PERHUTANI (09/09/2026) | Sebagai bentuk kepedulian dan mempererat hubungan dengan masyarakat desa hutan, Perhutani KPH Purwodadi melalui jajaran BKPH Sambirejo melaksanakan kegiatan sambang masyarakat yang terdampak musibah kebakaran rumah di Dusun Sono, Desa Gedangan, RT 04 RW 04, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, pada Selasa (8/9).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BKPH Sambirejo, Susilo, bersama jajaran karyawan Perhutani. Dalam kesempatan tersebut, jajaran Perhutani menyampaikan rasa prihatin sekaligus memberikan dukungan moral kepada pemilik rumah, Surip, yang rumahnya mengalami musibah kebakaran.
Kegiatan sambang ini merupakan bagian dari kepedulian sosial Perhutani terhadap masyarakat sekitar kawasan hutan. Selain melihat langsung kondisi warga pascakejadian, jajaran Perhutani juga memberikan perhatian dan dukungan sesuai dengan kemampuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat desa hutan yang sedang menghadapi musibah.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Sambirejo Susilo, menyampaikan bahwa musibah kebakaran rumah merupakan kejadian yang sangat memprihatinkan. Menurutnya, kehadiran Perhutani di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan semangat dan menguatkan rasa kebersamaan, khususnya dalam menghadapi kondisi sulit.
“Kami atas nama Perhutani KPH Purwodadi turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa rumah Bapak Surip. Kedatangan kami merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Perhutani kepada masyarakat desa hutan. Kami berharap bantuan dan dukungan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban keluarga serta memberikan semangat untuk bangkit kembali,” ujar Susilo.
Susilo menambahkan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian penting dalam membangun hubungan harmonis antara Perhutani dan masyarakat desa hutan. Menurutnya, sinergi dan komunikasi yang baik perlu terus dijaga agar tercipta lingkungan masyarakat yang aman, peduli dan saling membantu.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Tidak hanya di lingkungan permukiman, tetapi juga di sekitar kawasan hutan. Pencegahan kebakaran menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga kelestarian hutan dan lingkungan,” tambahnya Susilo.
Sementara itu, pemilik rumah yang mengalami kebakaran, Surip, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian jajaran Perhutani KPH Purwodadi yang telah datang secara langsung.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Perhutani KPH Purwodadi, khususnya BKPH Sambirejo, yang sudah datang melihat kondisi kami dan memberikan perhatian setelah musibah kebakaran ini. Kepedulian seperti ini sangat berarti bagi kami dan menjadi penyemangat untuk menghadapi keadaan,” ungkap Surip.
Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat membantu keluarganya untuk kembali menata kehidupan setelah rumah yang ditempatinya mengalami kebakaran.
Kegiatan sambang tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran. Perhutani mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api, terutama pada kondisi cuaca kering. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
Upaya menjaga kelestarian hutan, menurut Perhutani, tidak dapat dilakukan secara sepihak. Peran aktif masyarakat desa hutan sangat dibutuhkan, mulai dari menjaga keamanan kawasan, mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), hingga ikut mengawasi lingkungan sekitar hutan.
Melalui kegiatan sambang dan komunikasi sosial tersebut, Perhutani KPH Purwodadi berharap hubungan yang telah terjalin dengan masyarakat desa hutan semakin kuat. Kepedulian terhadap warga yang mengalami musibah sekaligus komitmen menjaga kelestarian hutan menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat dan lingkungan yang aman, harmonis, serta berkelanjutan.
Editor : Diono
















Leave a Reply