PURWODADI, PERHUTANI (07/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tumpuk melaksanakan komunikasi sosial bersama Pesanggem, Dusun Gemblung, Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, dalam rangka persiapan tanaman tahun 2026. Kegiatan tersebut membahas kesiapan pembuatan lubang cemplong dan acir sesuai tata waktu serta ketentuan yang berlaku, Senin (05/10).
Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tumpuk, BKPH Tumpuk tersebut diikuti jajaran Perhutani bersama masyarakat petani hutan atau Pesanggem Dusun Gemblung yang diwakili Darni. Komunikasi sosial difokuskan pada persiapan pembuatan lubang cemplong di petak 91A seluas 4,20 hektare, petak 90A seluas 23,20 hektare, dan petak 58E seluas 4,20 hektare.
Dalam kegiatan tersebut, Perhutani memberikan arahan kepada Pesanggem agar pelaksanaan pembuatan lubang cemplong dilakukan sesuai tata waktu, tata teknis, dan aturan yang telah ditetapkan. Lubang cemplong dipersiapkan sebagai bagian penting dalam mendukung keberhasilan tanaman, terutama untuk menciptakan kondisi lahan yang lebih siap sebelum kegiatan penanaman dilaksanakan.
Selain itu, dilakukan pembahasan mengenai pembuatan acir dengan jarak tanam 3 x 3 meter sebagai penanda titik tanam untuk rencana tanaman tahun 2026. Komposisi tanaman yang direncanakan meliputi tanaman pokok Jati JPP/KBK dengan tanaman pengisi Johar. Penataan titik tanam secara teratur diharapkan dapat mendukung keteraturan pertumbuhan tanaman sekaligus memudahkan kegiatan pemeliharaan setelah penanaman.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Tumpuk Sudaryono menyampaikan bahwa komunikasi sosial dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun sinergi untuk mempersiapkan kegiatan tanaman.
“Melalui komunikasi sosial ini, kami menyampaikan pentingnya kesiapan lahan sebelum pelaksanaan penanaman, termasuk pembuatan lubang cemplong dan acir dengan jarak tanam 3 x 3 meter. Seluruh kegiatan harus dilaksanakan sesuai tata waktu dan ketentuan yang berlaku agar persiapan tanaman tahun 2026 dapat berjalan dengan baik,” ujar Sudaryono.
Ia menambahkan, keterlibatan pesanggem dalam kegiatan persiapan tanaman merupakan bentuk sinergi Perhutani dengan masyarakat sekitar hutan dalam menjaga keberhasilan tanaman sekaligus mendukung kelestarian hutan.
“Kami berharap Pesanggem dapat terus berperan aktif dalam menjaga tanaman dan lingkungan hutan. Keberhasilan tanaman bukan hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak. Dengan persiapan yang baik sejak awal, kami optimistis tanaman dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat ekologis maupun sosial bagi masyarakat,” imbuhnya Sudaryono.
Sementara itu, Darni selaku perwakilan Pesanggem Dusun Gemblung, Desa Dokoro, menyatakan kesiapannya untuk mendukung kegiatan persiapan tanaman yang dilaksanakan bersama Perhutani.
“Kami siap mendukung arahan Perhutani, terutama dalam pembuatan lubang cemplong dan acir sesuai tata waktu serta jarak tanam yang sudah ditentukan. Kami memahami bahwa persiapan yang baik akan membantu keberhasilan tanaman. Kami juga siap ikut menjaga tanaman dan hutan agar tetap aman dan lestari,” ungkap Darni.
Komunikasi sosial tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai pentingnya menjaga kawasan hutan sejak tahap persiapan hingga tanaman tumbuh dan berkembang. Perhutani bersama Pesanggem berkomitmen untuk menjaga kelestarian hutan melalui pelaksanaan kegiatan tanaman yang terencana, tepat waktu, dan sesuai ketentuan teknis.
Persiapan pembuatan lubang cemplong dan acir menjadi salah satu tahapan penting dalam mendukung keberhasilan tanaman tahun 2026. Dengan adanya koordinasi yang baik antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib, efektif, dan memberikan hasil optimal dalam mewujudkan hutan yang sehat, produktif, dan lestari.
Editor : Diono













Leave a Reply