Perhutani KPH Purwodadi Perkuat Komunikasi sosial Bersama Warga masyarakat dusun Widuri untuk Jaga Keamanan dan Kelestarian Hutan

PURWODADI, PERHUTANI (12/10/2026) |  Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pojok terus memperkuat komunikasi sosial (Komsos) bersama masyarakat sebagai langkah preventif dalam menjaga keamanan hutan sekaligus mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama warga masyarakat Dusun Widuri pada Minggu (11/10), di wilayah kerja BKPH Pojok.

Kegiatan Komsos menjadi sarana untuk membangun komunikasi yang terbuka antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan. Dalam kesempatan tersebut, jajaran BKPH Pojok mengajak warga untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kawasan hutan, terutama dalam menghadapi potensi gangguan keamanan hutan dan ancaman Karhutla.

Melalui komunikasi secara langsung, petugas Perhutani menyampaikan pentingnya kewaspadaan masyarakat ketika beraktivitas di sekitar kawasan hutan. Warga juga diimbau agar tidak melakukan pembakaran yang dapat berpotensi menimbulkan api dan merambat ke kawasan hutan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran maupun aktivitas yang dapat mengganggu keamanan hutan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Pojok Bambang Riantono menyampaikan bahwa Komsos merupakan bagian penting dari upaya membangun sinergi dengan masyarakat dalam menjaga hutan.

“Kegiatan Komsos bersama masyarakat ini merupakan langkah preventif untuk memperkuat komunikasi dan kepedulian bersama terhadap keamanan hutan dan pencegahan Karhutla. Kami mengajak seluruh warga untuk menjadi mitra Perhutani dalam menjaga kawasan hutan, terutama dengan meningkatkan kewaspadaan dan segera menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan maupun kebakaran,” ujarnya Bambang Riantono.

Menurutnya, keberadaan masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan memiliki peran penting dalam mendukung upaya perlindungan dan pengamanan hutan. Dengan komunikasi yang intensif, diharapkan berbagai potensi gangguan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Bambang menambahkan bahwa menjaga hutan bukan hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi membutuhkan peran serta seluruh pihak, termasuk masyarakat sekitar hutan. Kelestarian hutan perlu dijaga secara bersama-sama agar fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan, penyedia sumber daya alam, serta lingkungan yang mendukung kehidupan masyarakat dapat terus dipertahankan.

Sementara itu, warga masyarakat Dusun Widuri Masrukin menyambut baik kegiatan Komsos yang dilakukan jajaran Perhutani BKPH Pojok. Menurutnya, komunikasi langsung antara petugas Perhutani dengan masyarakat dapat meningkatkan pemahaman dan kepedulian warga terhadap keamanan kawasan hutan.

“Kami sebagai masyarakat yang tinggal di sekitar hutan tentu ikut berkepentingan menjaga hutan. Melalui kegiatan seperti ini, kami mendapatkan pemahaman tentang pentingnya kewaspadaan terhadap kebakaran dan gangguan keamanan hutan. Kami siap ikut menjaga dan memberikan informasi kepada Perhutani apabila menemukan hal-hal yang dapat membahayakan hutan,” ungkapnya Masrukin.

Kegiatan Komsos tersebut diharapkan tidak berhenti pada komunikasi semata, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama untuk menjaga hutan secara berkelanjutan. Sinergi antara Perhutani dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat pencegahan Karhutla, menekan potensi gangguan keamanan hutan, serta menciptakan lingkungan hutan yang aman dan lestari.

Dengan komunikasi yang terus terjalin, Perhutani KPH Purwodadi berkomitmen memperkuat kolaborasi bersama masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang tidak hanya memperhatikan aspek keamanan, tetapi juga menjaga kelestarian hutan untuk keberlanjutan manfaatnya bagi generasi mendatang.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *