Perhutani KPH Purwodadi Perkuat Komunikasi Sosial dan Antisipasi Karhutla Bersama Masyarakat Sidorejo

PURWODADI, PERHUTANI (24/09/2026) |  Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangasem melaksanakan kegiatan komunikasi sosial bersama masyarakat Dusun Sidorejo sekaligus melakukan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan hutan petak 17 dengan luas 13,40 hektare, pada Selasa (22/09).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Perhutani dalam membangun komunikasi dan sinergi dengan masyarakat sekitar hutan guna meningkatkan kepedulian serta kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan hutan dan kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Dalam kegiatan komunikasi sosial tersebut, jajaran Perhutani BKPH Karangasem menyampaikan imbauan kepada masyarakat Dusun Sidorejo agar bersama-sama menjaga kawasan hutan. Masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah di sekitar kawasan hutan, maupun melakukan pembakaran lahan tanpa pengawasan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Karangasem Sri Purwanto menyampaikan bahwa komunikasi sosial dengan masyarakat sekitar hutan merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran dan kepedulian bersama terhadap kelestarian hutan.

“Melalui komunikasi sosial ini, kami mengajak masyarakat Dusun Sidorejo untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kelestarian hutan. Antisipasi Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi membutuhkan peran serta masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan. Dengan komunikasi dan kepedulian bersama, potensi terjadinya kebakaran dapat dicegah sedini mungkin,” ujarnya Sri Purwanto.

Sri Purwanto menambahkan bahwa kewaspadaan perlu terus ditingkatkan dengan melakukan pemantauan terhadap kondisi kawasan hutan dan segera melaporkan apabila ditemukan adanya titik api, asap, atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Menurutnya, pencegahan jauh lebih efektif dilakukan melalui kesiapsiagaan dan keterlibatan masyarakat sejak dini.

Sementara itu, masyarakat Dusun Sidorejo Mukhlisin menyambut baik kegiatan komunikasi sosial yang dilakukan Perhutani. Ia menyampaikan bahwa masyarakat sekitar hutan memiliki peran penting dalam membantu menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran maupun gangguan lainnya.

“Kami masyarakat Dusun Sidorejo siap ikut menjaga hutan dan membantu Perhutani dalam mencegah kebakaran. Apabila melihat adanya asap, api, atau kegiatan yang dapat membahayakan hutan, kami akan segera berkoordinasi dan melaporkannya kepada pihak terkait,” ungkap Mukhlisin.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara Perhutani dengan masyarakat desa sekitar hutan. Melalui komunikasi yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman bahwa keberadaan hutan memiliki manfaat penting bagi kehidupan masyarakat, baik dalam menjaga keseimbangan lingkungan, tata air, maupun mendukung perekonomian masyarakat sekitar.

Perhutani KPH Purwodadi terus mendorong keterlibatan masyarakat sebagai mitra dalam menjaga kawasan hutan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan kondisi hutan yang aman dari kebakaran dan gangguan keamanan hutan, sekaligus mendukung terwujudnya pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan.

Dengan adanya komunikasi sosial dan langkah antisipasi secara bersama-sama, Perhutani berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga hutan semakin meningkat sehingga kawasan hutan petak 17 seluas 13,40 hektare dan kawasan hutan di wilayah BKPH Karangasem pada umumnya dapat tetap terjaga, aman, dan lestari.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *