PURWODADI, PERHUTANI (23/09/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sambirejo terus memperkuat sinergi dengan aparat kewilayahan dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta gangguan keamanan hutan (Gukamhut). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan koordinasi bersama Babinsa Desa Godan Serka Kusnanto dan Bhabinkamtibmas Desa Godan Brigadir Agus D yang dilaksanakan di wilayah hutan RPH Godan, BKPH Sambirejo, pada Senin (21/09).
Kegiatan koordinasi tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Perhutani dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla dan berbagai bentuk gangguan keamanan hutan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan kerawanan kebakaran. Selain membahas langkah pencegahan, koordinasi juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan mempercepat penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran maupun gangguan keamanan di kawasan hutan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Sambirejo, Susilo, menyampaikan bahwa pencegahan Karhutla dan Gukamhut membutuhkan keterlibatan bersama antara Perhutani, TNI, Polri, pemerintah desa, serta masyarakat sekitar hutan.
“Koordinasi ini merupakan langkah penting untuk membangun kesiapsiagaan bersama dalam menjaga keamanan dan kelestarian hutan. Kami terus mengingatkan seluruh jajaran agar meningkatkan patroli, pemantauan dan komunikasi dengan masyarakat sekitar hutan. Apabila ditemukan potensi kebakaran atau gangguan keamanan, dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti sehingga tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar,” ungkap Susilo.
Menurutnya, kawasan hutan merupakan aset penting yang harus dijaga secara bersama-sama. Karena itu, selain melakukan pengamanan secara rutin, Perhutani juga terus mendorong kesadaran masyarakat agar turut berperan dalam mencegah aktivitas yang dapat memicu kebakaran maupun kerusakan hutan.
“Kelestarian hutan tidak hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi merupakan kepentingan bersama. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, kita dapat menciptakan kondisi hutan yang aman, terlindungi dan tetap lestari sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” tambahnya Susilo.
Sementara itu, Babinsa Desa Godan Serka Kusnanto menyampaikan dukungannya terhadap upaya Perhutani dalam meningkatkan pencegahan Karhutla dan Gukamhut. Menurutnya, sinergi antara Perhutani dengan aparat kewilayahan perlu terus diperkuat, terutama dalam melakukan pemantauan wilayah dan memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kami siap mendukung dan bersinergi dengan Perhutani dalam menjaga keamanan wilayah hutan Desa Godan. Pencegahan Karhutla perlu dilakukan secara bersama-sama melalui pemantauan, patroli dan komunikasi dengan masyarakat. Apabila ada potensi kebakaran atau gangguan keamanan hutan, kami akan berkoordinasi untuk melakukan langkah penanganan sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Serka Kusnanto.
Ia juga mengajak masyarakat sekitar hutan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran serta turut menjaga keamanan kawasan hutan.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani KPH Purwodadi berharap koordinasi lintas sektor dapat semakin solid sehingga upaya pencegahan Karhutla dan Gukamhut di wilayah RPH Godan dapat dilakukan secara lebih optimal. Sinergi antara Perhutani, TNI, Polri dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan hutan yang aman, sehat dan lestari.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Perhutani KPH Purwodadi untuk terus melakukan langkah preventif dan membangun kesadaran bersama dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran, pencurian maupun gangguan lainnya, demi terwujudnya kelestarian hutan dan keberlanjutan manfaat hutan bagi masyarakat.
Editor : Diono
















Leave a Reply