PURWODADI, PERHUTANI (14/09/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus memperkuat pembinaan jajaran lapangan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga keamanan dan kelestarian hutan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan dan pemberian arahan terkait pelaksanaan pekerjaan di bidang gangguan keamanan hutan, tanaman, tebangan, serta pemeliharaan yang dilaksanakan di Pos 10 RPH Teges, BKPH Tumpuk, pada Jumat (11/09).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Administratur KPH Purwodadi, Henry Kristiawan, bersama jajaran Perhutani BKPH Tumpuk. Pembinaan dilakukan sebagai upaya memastikan seluruh pekerjaan di lapangan dapat dilaksanakan sesuai tata waktu yang telah disepakati, sehingga target pekerjaan dapat tercapai secara tepat waktu, tertib, dan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku.
Dalam arahannya, Henry Kristiawan menekankan pentingnya peningkatan pengawasan terhadap kawasan hutan, khususnya dalam menghadapi kondisi musim kemarau panjang. Jajaran lapangan diminta untuk meningkatkan kegiatan patroli dan langkah-langkah preventif guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan hutan maupun kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Selain patroli, komunikasi sosial dengan masyarakat sekitar hutan juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. Pendekatan yang persuasif kepada tokoh masyarakat dan warga dinilai dapat memperkuat kepedulian bersama terhadap keamanan kawasan hutan serta mendorong masyarakat untuk turut berperan dalam menjaga hutan.
Wakil Administratur KPH Purwodadi, Henry Kristiawan, menyampaikan bahwa pembinaan dilakukan untuk memastikan seluruh jajaran memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, baik dalam kegiatan pengamanan hutan maupun pekerjaan teknis lainnya.
“Kami memberikan arahan agar seluruh pekerjaan di bidang gangguan keamanan hutan, tanaman, tebangan, maupun pemeliharaan segera dilaksanakan sesuai tata waktu yang telah ditetapkan. Khusus bidang keamanan hutan, kami tekankan peningkatan patroli dan langkah preventif, serta membangun komunikasi sosial dengan tokoh masyarakat dan warga sekitar hutan. Kondisi musim kemarau panjang membutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang lebih tinggi,” jelasnya Henry Kristiawan.
Henry menambahkan bahwa keberhasilan menjaga hutan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas Perhutani, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Sinergi tersebut penting untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan, kebakaran, maupun aktivitas lain yang dapat mengancam kelestarian hutan.
Sementara itu, Kepala BKPH Tumpuk, Sudaryono, menyampaikan bahwa jajaran BKPH Tumpuk siap menindaklanjuti arahan yang diberikan. Menurutnya, pembinaan menjadi momentum untuk meningkatkan kedisiplinan, koordinasi, dan tanggung jawab personel dalam menjalankan tugas di lapangan.
“Kami akan menindaklanjuti arahan pimpinan dengan meningkatkan pengawasan dan patroli kawasan, terutama pada lokasi-lokasi yang memiliki potensi gangguan keamanan maupun kebakaran. Di samping itu, pekerjaan tanaman, tebangan, dan pemeliharaan akan kami kawal agar dapat terlaksana sesuai tata waktu yang telah ditentukan,” ungkap Sudaryono.
Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi antara petugas Perhutani dengan masyarakat sekitar hutan. Melalui komunikasi yang baik, berbagai informasi terkait kondisi kawasan dapat diketahui lebih cepat sehingga potensi gangguan dapat segera diantisipasi dan ditangani.
Dukungan terhadap upaya Perhutani turut disampaikan warga masyarakat Dusun Teges, Wagiyo. Ia mengapresiasi kegiatan pembinaan dan patroli yang dilakukan Perhutani karena memberikan dampak positif terhadap keamanan kawasan hutan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan sekitar.
“Kami sebagai masyarakat sekitar hutan tentu mendukung upaya Perhutani dalam menjaga keamanan dan kelestarian hutan. Komunikasi antara petugas dan masyarakat perlu terus dilakukan agar apabila ada potensi gangguan atau kebakaran dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti bersama,” tutur Wagiyo.
Kegiatan pembinaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Perhutani KPH Purwodadi dalam menjaga keseimbangan antara pelaksanaan pekerjaan pengelolaan hutan dengan aspek perlindungan dan kelestarian lingkungan. Pelaksanaan pekerjaan tanaman, tebangan, dan pemeliharaan harus dilakukan secara terencana dan tepat waktu, sementara aspek keamanan hutan tetap menjadi prioritas.
Dengan adanya pembinaan, peningkatan patroli, langkah preventif, serta komunikasi sosial yang intensif bersama masyarakat, Perhutani berharap potensi gangguan keamanan hutan dan Karhutla dapat ditekan. Sinergi antara Perhutani dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan kondisi kawasan hutan yang aman, tertib, produktif, dan lestari.
Upaya tersebut menjadi penting untuk memastikan hutan tetap memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat serta generasi yang akan datang.
Editor : Diono













Leave a Reply