PURWODADI, PERHUTANI (07/10/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) tebangan sekaligus pembinaan kepada jajaran pelaksana tebangan di petak 32 H, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Plosokerep, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penganten, pada Senin (05/09).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Wakil Administratur KPH Purwodadi Henry Kristiawan bersama jajaran Perhutani BKPH Penganten sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh proses tebangan berjalan sesuai ketentuan, tertib administrasi, memenuhi aspek teknis, serta tetap memperhatikan prinsip kelestarian hutan.
Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut dilakukan pengecekan secara langsung terhadap pelaksanaan tebangan di lapangan, meliputi kesesuaian lokasi dan pohon yang ditebang, kondisi tegakan, proses pemanfaatan hasil hutan, hingga penerapan ketentuan keselamatan dan tata kerja. Monev juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan sekaligus memberikan arahan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan secara efektif, tertib, dan bertanggung jawab.
Wakil Administratur KPH Purwodadi Henry Kristiawan menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dalam memastikan kegiatan tebangan dilaksanakan sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku.
“Monitoring dan evaluasi ini tidak hanya untuk melihat capaian pekerjaan, tetapi juga memastikan setiap tahapan tebangan dilaksanakan sesuai prosedur, mulai dari ketepatan lokasi, pohon yang menjadi target tebangan, proses pemanenan, sampai dengan penanganan hasil tebangan. Kami juga memberikan pembinaan agar seluruh petugas senantiasa bekerja secara disiplin, teliti dan bertanggung jawab,” ungkapnya Henry Kristiawan.
Menurut Henry, kegiatan pemanfaatan hasil hutan harus tetap berjalan seimbang dengan upaya menjaga keberlanjutan sumber daya hutan. Karena itu, setiap pelaksanaan tebangan harus memperhatikan kondisi tegakan tinggal serta rencana kegiatan tanaman dan pemeliharaan berikutnya.
“Kelestarian hutan menjadi perhatian utama. Setelah kegiatan tebangan, keberadaan tegakan tinggal dan keberlanjutan pengelolaan kawasan harus tetap terjaga. Setiap pekerjaan harus memberikan kontribusi terhadap kesinambungan pengelolaan hutan, sehingga fungsi hutan tetap dapat dipertahankan untuk generasi mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BKPH Penganten Heru Sutikno menyampaikan bahwa jajaran BKPH Penganten siap menindaklanjuti arahan dan hasil evaluasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan secara langsung di lapangan dapat meningkatkan pemahaman petugas terhadap ketentuan teknis maupun administrasi pelaksanaan tebangan.
“Kami terus melakukan pengawasan dan pendampingan kepada tenaga tebangan agar seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan. Hasil monitoring menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk melakukan perbaikan apabila masih ditemukan hal-hal yang perlu disempurnakan di lapangan,” jelas Heru Sutikno.
Heru menambahkan bahwa dalam pelaksanaan tebangan, pihaknya juga mengingatkan tenaga tebangan untuk memperhatikan keamanan kerja, menjaga kebersihan dan kondisi lingkungan sekitar lokasi, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu tegakan maupun kawasan hutan di luar batas pekerjaan.
Salah satu tenaga tebangan, Muhammad Sugeng, menyampaikan bahwa pembinaan dan monitoring dari jajaran Perhutani memberikan arahan yang jelas kepada para pekerja dalam melaksanakan kegiatan di lapangan.
“Kami mendapatkan arahan agar pekerjaan dilakukan dengan teliti dan mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan. Kami juga memahami bahwa kegiatan tebangan bukan hanya menyelesaikan pekerjaan, tetapi harus tetap menjaga kondisi hutan dan tegakan yang masih ada,” ujarnya Muhammad Sugeng.
Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara jajaran manajemen KPH, pimpinan BKPH dan tenaga pelaksana di lapangan. Melalui pengawasan yang dilakukan secara berkala, Perhutani KPH Purwodadi berkomitmen menjaga agar pemanfaatan sumber daya hutan dapat berjalan secara tertib, terukur dan bertanggung jawab.
Dengan pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pembinaan secara konsisten, Perhutani KPH Purwodadi terus mendorong peningkatan kualitas tata kelola tebangan sekaligus memastikan kegiatan pengelolaan hutan tetap berorientasi pada kelestarian. Pengelolaan hutan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu menjaga fungsi ekologis hutan, mendukung manfaat ekonomi, serta memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar hutan.
Editor : Diono













Leave a Reply