Perhutani KPH Purwodadi Perkuat Pencegahan Karhutla Melalui Pemasangan Larangan Pembakaran Hutan dan Lahan Bersama TNI, Polri, dan Masyarakat

PURWODADI, PERHUTANI (27/07/2026) | Sebagai upaya memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan, Perhutani KPH Purwodadi melalui BKPH Tumpuk melaksanakan kegiatan pemasangan papan larangan pembakaran hutan dan lahan bersama Bhabinkamtibmas Desa Gedangan Brigpol Aris Sobirin, Babinsa Desa Gedangan Serda Rudi Susanto, serta LMDH Wana Makmur pada Sabtu (25/07).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh jajaran Perhutani BKPH Tumpuk tersebut merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran hutan, khususnya pada musim kemarau yang identik dengan meningkatnya risiko munculnya titik api. Papan larangan dipasang di lokasi-lokasi strategis yang mudah terlihat oleh masyarakat maupun pengguna kawasan hutan sehingga diharapkan mampu memberikan edukasi sekaligus menjadi pengingat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di dalam maupun di sekitar kawasan hutan.

Selain pemasangan papan larangan, petugas Perhutani bersama unsur TNI, Polri, dan LMDH juga melakukan komunikasi dengan masyarakat sekitar hutan mengenai bahaya pembakaran lahan serta pentingnya menjaga kelestarian ekosistem hutan. Masyarakat diajak berperan aktif dalam melakukan pengawasan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya indikasi kebakaran maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan api.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Tumpuk, Sudaryono, menyampaikan bahwa sinergi antara Perhutani, aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran.

“Pemasangan papan larangan pembakaran hutan dan lahan ini merupakan bentuk edukasi sekaligus langkah nyata pencegahan Karhutla. Kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa membakar hutan maupun lahan tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat merusak ekosistem, mengancam keanekaragaman hayati, menurunkan kualitas lingkungan, serta menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Kelestarian hutan adalah tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan komitmen seluruh pihak untuk menjaganya,” ujar Sudaryono.

Ia menambahkan bahwa Perhutani akan terus meningkatkan patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, serta memperkuat kolaborasi dengan TNI, Polri, pemerintah desa, dan LMDH guna mewujudkan kawasan hutan yang aman, lestari, dan bebas dari kebakaran.

Sementara itu, Babinsa Desa Gedangan, Serda Rudi Susanto, mengapresiasi langkah Perhutani yang terus mengedepankan upaya pencegahan melalui pendekatan persuasif dan kolaboratif.

“Kami dari TNI siap mendukung penuh setiap kegiatan yang bertujuan menjaga kelestarian hutan. Pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta bersama-sama menjaga kawasan hutan sebagai aset bangsa yang harus diwariskan kepada generasi mendatang,“ tegasnya Serda Rudi Susanto.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan semakin meningkat sehingga potensi Karhutla dapat ditekan semaksimal mungkin. Sinergitas antara Perhutani, aparat keamanan, LMDH, dan masyarakat diharapkan terus terjalin kuat sebagai fondasi dalam menjaga kelestarian hutan, mempertahankan fungsi ekologisnya, serta mendukung keberlanjutan manfaat hutan bagi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *